Sabtu, 12 Desember 2015

Bales dong, Yam!

Diposting oleh Kiwokchwan di 23.32
Judul: Bales dong, Yam! *dibaca dengan nada centil sambil mukul mukul bahu Yamada* /okelupakan X'D

Author: Kiwok

Pair : YamaChii

Genre: Romance, Comedy

Summary: Chinen ngambek karena Yamada teramat gaptek dan tidak membalas pesannya dengan cepat.

Yuk Mari~
.
.
.
.
.

Yamada lebih sering menghabiskan  sebagian besar waktunya dengan sang member kesayangan. Sebut saja Chinen Yuri. Namun ada hari dimana ia ingin mengahabiskan waktu dengan teman-teman masa kecilnyayang bukan saorang idoluntuk bermain bola atau sekedar melakukan hal yang biasa dilakukan para cowok dewasa ketika berkumpul.

Sayangnya, ada suatu kesalahan bila Yamada keluar dari zona sang kekasih tanpa seizinnya.

Drrt...

Baru saja Pangeran Strawberry itu mulai bercengkrama, HP-nya sudah bergetar.

“Dari menejer mu?” salah satu teman bertanya.

“Tidak. Aku libur hari ini. Tidak ada jadwal apapun makanya bisa bertemu kalian.”

“Lalu itu?”

“Dari dia.”

“Oh...”

Mereka mengangguk paham. Tentu saja, semua yang mengenal Yamada pasti tahu siapa yang dimaksud Dia-nya. Satu-satunya makhluk yang selalu mendapat perhatian khusus dari Yamada Ryosuke. Satu-satunya makhluk yang ia rahasiakan mati-matian dari publik meski teramat sulit.

Drrt...

Pesan kedua masuk. Yamada terkesiap. “Astaga anak itu!”

“Ahahaha... dia cepat sekali membalas pesan ya?” Ichinose, tetangga Yamada terkekeh sementara sang Idol mendecih pelan. “Mananya yang balas pesan! Dia  mengirim pesan lagi.”

Drrtt...

Pesan ketiga.

“Wow, Yamada. Itu pesan lagi!”

“Iya iya.. astaga ini cara menghilangkan auto corect-nya bagimana, sih? Ngetik jadi typo terus!” 

Teman-teman Yamada tertawa. Ternyata sifat sang Bintang yang satu itu belum juga sirna sejak jaman culun. Tetap gaptek haha.

“Ketik dulu untuk balasan seadanya. Kasihan tuh nggak kau balas-balas. Apa dia memang seperti itu, kalau kau tak membalas pesannya akan nge-bom pesan?”

“Irihara, kau diam dulu. Aku sedang membenarkan settingannya.”  Yamada terlihat serius menekuni Iphone 5s-nya. Teman-temannya lantas mendengus. “Jawab dulu pesannya sebelum—“

Drrt.. drrtt...

Pesan keempat.

“Ryosuke, kau nggak bales pesanku, besok kita nggak bicara. Selamat tinggal”

Mata Yamada seolah melompat keluar membaca pesan terbaru.

Fiks. Chinen ngambek.

Dengan brutal Yamada menekan tombol dial untuk menghubungi kekasihnya.

“Kenapa?” temannya bertanya sambil terkekeh, Yamada menatap dongkol sambil menyahut seadanya. “Dia ngambek.”

“Tuh kan. Lagian bukannya di bales dulu.”

“Diamlah!” seru Yamada dengan panik, mencengkrap Hp-nya yang telah tertempel di telinga.

“Halo?”

“Halo, Yuri? Aku minta maaf tadi aku belum mengatur setting bahasa dan masukan jadi setiap mengetik auto corect terus. Dan aku bingung cara mengubah—“

“Kalau begitu, tiap aku mengirim pesan kau langsung saja menelponku.” Disahut dengan cepat. Yamada mengangkat alisnya satu.

“Kau ribet membalas pesanku kan?”

“Tidak. Aku hanya bingung mengubah auto corectnya.”

“Kalau begitu selamat ting—“

“Aishhh... oke oke! Aku akan menelponmu! Tapi hanya saat aku benar-benar free, oke?”

“Tak perlu mengatakannya, Ryosuke.”

“Ah.. baiklah. Aku lupa kau tau semua jadwal kerjaku.”

“Karena kau juga tahu semua kegiatanku. Mau itu saat liburan atau saat kerja.”

“Oke baiklah. Tidak ada balas pesan. Tapi langsung telpon.”

“Bagus!”

Jadi... begitulah. Yamada harus mengeluarkan biaya lebih untuk HPnya karena tiap sang kekasih mengirim pesan, ia harus segera menelponnya. Kalau dibales, Yamada butuh waktu lama untuk mengetik sementara pesan Chinen kembali datang dengan isi pesan yang sama.

“Huft...”

Teman-teman Yamada terkekeh melihatnya membuang nafas kesal. “Kenapa?”

“Aku harus menelponnya.”

“Ahaha jelas saja. Kau lemot sih kalau balas pesan.”

“Yah, aku kan bukan robot. Lagipula, dari tadi HP ini selalu meng-auto corect ketikanku."

Mereka lagi-lagi tertawa.

“Ck, tagihan telponku akan membengkak.”

“Demi dia, kau tak mau?”

“Tutup mulutmu, Hidaka. Aku akan melakukan apapun untuknya.” Tandas Yamada dengan raut pasti. Kemudian ia kembali mengesah. “Ah.. harus cari kerjaan baru. Aku duluan ya.”

“Loh mau kemana? Kita belum main bola kan?”

“Cari uang tambahan buat beli pulsa.”

“Kau mau kerja apalagi? Katamu hari ini libur dan tak ada syuting atau pemotretan?”

“Yah..., aku akan mengendorse kosmetik dan perhiasan. Lumayan gajinya buat beli pulsa.” Saat figur Yamada menjauh dari teman-temannya, mereka saling tatap dengan raut tak percaya. Ada dua kalimat yang terlintas.

Satu, cinta itu buta.

Dua, selain idol, Yamada itu cowok endorse-an.

Tapi ia melakukannya atas dasar cinta. Siapapun tak berhak berkomentar karena kebahagiaan Chinen adalah kebahagian terbesar Yamada.

THE END


A/N for Dea Rahma Dewi : Lu gak mau ff NC kan de? Ini aja kalo gitu wkwk. Rencana mau bikin fluff. Eh malah jadi komedi. maklumin gue yang moody-an ;) Ohya, Selamat Hari Burung! /telatwoi XD

0 komentar:

Posting Komentar

 

Yurisuke's World Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review