Jumat, 18 Desember 2015

DON'T KISS HIM!

Diposting oleh Kiwokchwan di 21.17
Judul : jangan cium cium Chinen!!!!!!

Pair : YamaChii as always, YamaNoo dan YamaJima cuma buat konflik

Author : Yang punya blog

Genre : Entahlah. Intinya fanfic ini buat nuangin emosi saya terhadap majalah popolo yang baru.

Summary :  baca aja ntar juga tau.

WARNING! AUTHOR LAGI BAPER DAN FANFIC INI BERISI KEBAPERAN SANG AUTHOR!

Douzo!
.
.
.
.

Yamada menjadi emosian saat kerja dengan grupnya. Bawaannya selalu sewot dan ingin nyolot. Terutama—sekarang—pada member tercantik yang baginya tidak cantik (sama sekali) tapi hanyalah perayu ulung. Siapa lagi kalau bukan Inoo Kei.

Itu karena tadi pagi saat pemotretan Popolo terbaru, Inoo mencium kekasih Yamada tepat dibibir. Jangan heran bila emosi pemuda itu langsung meledak.

"Kupikir kissmon cuma dimiliki Yuto, Inoo juga punya kelainan itu ternyata."

Sebuah celetukan yang tak lain dari sang center sukses membuat suasana tegang dalam studio latihan JUMP bertambah.
  
"Tak perlu marah seperti itu Ryosuke..." lirih Chinen seraya mengelus pundak kekasihnya. Yamada justru menyeletukan giginya, kemudian cemoohan Yuto terdengar. "Kau pikir aku punya kelainan, heh Cebol?"

"Ya. Kau dan kau. Punya kelainan mencium-cium orang atau menggoda orang!"

Inoo Kei yang ditunjuk Yamada menunduk. Sementara Yuto masih menahan emosinya.

Yabu selaku leader masih mendiamkan. Meski nuraninya menyuruh untuk mencairkan suasana namun ia tak bergeming, kendati dirinya juga kesal dengan tindakan Inoo. 

"Yama-chan.... sudahlah," Dai-chan yang akhirnya ambil suara. "Jangan terlalu emosi. Ini diluar rencana kita. Ini keinginan po-"

"Potograper maksudmu?" ucapan Dai-chan segera di pangkas. "Mereka hanya meminta Inoo berpose mesra dengan siapapun. Mesra, bukan berarti mencium. Apalagi mencium kekasihku. Itu tindakan tolol namanya,"

"YAMADA!"

"APA?!" Teriakan Hikaru disahut lebih keras oleh sang center. Matanya berkilat. "Aku sudah mengatakan berkali kali! jangan mencium Yuri. Jangan bermesraan dengan Yuri! Tanpa seizinku, itu dilarang! CHINEN YURI HANYA MILIKKU dan kalian tahu itu!"

Hening kemudian. Cukup lama sampai suara dingin Yamada kembali mengalun.

"Aku cukup toleran bila itu di konser dan Yuri di haruskan fanservice. Karena aku juga dipaksa fanservice dengan beberapa dari kalian. Tapi tadi... Inoo benar-benar kurang ajar."

"Ryosuke kumohon berhenti...!" Chinen memelas, tangannya dengan erat merangkul kekasihnya namun dihiraukan.

"Inoo, angkat kepalamu. Aku berbicara."

"Astaga, Yama-chan! Sopanlah sedikit. Inoo-chan lebih tua darimu!" Keito menegur namun dianggap angin lalu. Si cantik disana segera menengadah, wajahnya penuh penyesalan sembari bibir kecilnya mulai mengeluarkan suara. "Aku minta maaf..."

"Tidak kumaafkan."

Member lain langsung melotot. Chinen mengenggam jemari kekasihnya kali ini. "Ryosuke, kau tidak harus keras kepala! Aku milikmu, Ryosuke! Aku bahkan tidak merespon Inoo-chan. Aku tetap milikmu! Jadi-“

"Tidak merespon bukan berarti kau rela dicium. Seharusnya kau mendorongnya."

"Itu tidak mungkin! Potograpernya sudah menyalakan kamera dan langsung memotret! Toh setelah itu aku langsung melepaskan diri."

"Kau melepaskan diri setelah aku berteriak, bukan karena kamera,"

Chinen langsung diam.

"Katakan padaku, apa alasan kau mencium Yuri, Inoo." Kalimat Yamada lebih daripada perintah. Tanpa embel-embel -chan seperti biasa, ia menatap Inoo yang duduk di pojok ruangan dengan intens.

"Aku hanya spontan, kebetulan saja Chinen berada paling dekat waktu potograper itu memintaku berfoto mersa dengan member."

"Tolol,"

Mereka serentak mendesis geram namun tidak sama sekali membekap bibir seksi Yamada yang mengumpat. Oh, Yuto nyaris (menonjok bibir itu) tapi Keito menahannya dengan sempurna.

"Itu alasan paling tolol, asal kau tau! Mencium orang yang "kebetulan" didekatmu. APA ITU LOGIS, HAH?!"

Inoo menunduk dalam, Chinen mulai merasa sesak.

Yamada kini melirik Yuya yang sedari tadi hanya diam dengan raut ‘biasa’. "Kau tahu alasan yang sebenarnya kan, Takaki?"

"Hn, aku tahu."

Chinen dan Daichan menatap Yuya, kaget. Sisanya selain Inoo dan Yamada hanya melirik prihatin. Pemuda tan itu malah meringis canggung. "Aku tahu tapi aku akan diam, Inoo-chan yang harus mengatakannya."

Mata mereka lalu terfokus kembali pada Inoo. Namun pemuda cantik itu tak bergeming sama sekali.

Yamada mendengus panjang sebelum meraih HPnya di saku celana. Chinen melirik dengan sedih, kemudian mata indahnya membulat saat mengetahui tindakan kekasihnya.

"Ryosuke, kau menghapus kontak Inoo-chan?!"

"Iya, aku tidak akan menghubunginya lagi sebelum dia meminta maaf dan memberikanku alasan logis tentang ciuman itu." Yamada berdiri dan memasukan HPnya ke saku. Ditariknya lengan Chinen dengan paksa untuk ikut berdiri lalu keluar dari studio. "Kau ikut aku."

"Ehh,, kita mau kemana?"

"Mau kemana, Yamada?! Kita belum selesai latihan!!!" Hikaru berseru sewot membuat langkah Yamada terhenti. "Aku tidak mau latihan dengan orang yang-"

"MAAF!"

Ucapan Yamada terpangkas, Inoo yang melakukannya dengan seruan penyesalan.

"Aku minta maaf, benar-benar minta maaf!! Aku akui tadi aku kesal dengan Kota karena segmen YabuHika. Aku terbawa emosi ketika potograper menyuruh Kota mencium Hikaru. Jadi... aku melakukan tindakan gila dengan mencium Chinen. Aku minta maaf! Benar-benar minta maaf!"

Inoo menunduk berkali kali dengan wajah teramat merah. Tangannya disamping meremat celanannya sampai lecek.

Yamada mendengus. "Kau memang begitu, huh? kalau cemburu akan melakukan tindakan ekstrim melebihi tindakan yang membuatmu cemburu?"

Inoo mengangguk tanpa sadar.

"Apa kau tahu tindakanmu sia-sia? Kau bukannya membuat Yabu-kun balas cemburu tapi-"
  
"Sebentar, Yamada. Kau tadi juga bermesraan dengan Dai-chan!” Yuto menginterupsi. Serta merta membuat Yamada mengerang. “JANGAN MEMOTONG OMONGANKU, BRENGSEK!!"

“Sshh... Ryosuke...” Chinen menenangkan. Keito juga demikian terhadap Yuto.

“KALAU MAU NGATAIN NGACA DULU, MANUSIA RENDAH! KAU JUGA MEMOTONG OMONGAN ORANG LAIN!”
  
“BAJI—“

Chinen memeluk Yamada erat begitu juga Keito pada Yuto ketika dua member tersohor itu nyaris adu jotos. Member lain juga sudah siap sedia melerai kalau itu terjadi seperti tahun tahun sebelumnya.

Pertengkaran Yamada dan Yuto adalah hal gelap yang disembunyikan mati-matian grup Hey!Say!JUMP. Karena itu bisa berdampak buruk pada karir. Tapi sepertinya pertengkaran tidak bisa dielakkan bila keduanya sudah emosi.

"Aku tidak bermesraan dengan Dai-chan.” Nada Yamada memelan sekarang, meski tetap terdengar sinis. “Yuri berada tepat disebelahku saat potograper memasangkanku dengan Daichan dan dia bilang sendiri lakukan yang terbaik. Aku bahkan tidak menyentuh Dai-chan dan hanya membisikinya seperti yang diarahkan potograper. Jadi jangan sok tahu mengataiku bermesraan dengan orang lain."

Penjelasan Yamada hanya ditanggapi kekehan ironi dari Yuto. Pemuda tinggi itu menatap Yamada enggan, “Maaf kalau sok tahu. Tapi kau tetap melukai hati Chinen, Yama-chan.”

“Apa maksudmu?”

“Kau. Dan aku. AHAHAHA...!”

Tangan Yamada terkepal sempurna. Bersiap menjotos kepala lonjong Yuto namun cepat cepat ditahan Chinen. “Hentikan Ryosuke! Aku mohon.. jangan buat kondisi semakin ricuh!”

Yabu tak tahan lagi akan situasi seperti sekarang dan mulai ikut bersua. Namun bukan maksud melerai Yamada dan Yuto namun lebih ke pada mendekati Inoo.

"Aku tidak jadi mencium Hikaru, Kei..."

Perhatian semua terfokus pada YabuInoo sekarang.
  
"Sama seperti Yamada terhadap Dai-chan, aku hanya membisikinya. Itupun dengan jarak yang tidak dekat. Aku milihatmu tadi saat aku dan Hikaru sedang diarahkan potograper untuk dipoto. Mereka memang menyuruhku mencium pipi Hikaru tapi aku tidak melakukannya. Kau bisa lihat hasilnya di majalah nanti bahwa aku tidak menciumnya. Tapi kau keburu pergi saat aku belum selesai diarahkan lalu melakukan tindakan sembrono."

Penjelasan Yabu sukses membuat Inoo semakin merasa bersalah. Ia menunduk sedalam mungkin.

Ruang studio latihan kembali sepi untuk waktu yang cukup lama. Mereka sedang menetralkan suasana hati masing-masing sampai kemudian Dai-chan mencairkan keadaan.

"Sudah kan? Inoo-chan sudah mengatakan alasan yang sebenarnya, Yabu-kun juga. Yamada, kau harus memaafkannya dan jangan bertengkar lagi dengan Yuto." suara Daichan terdengar riang, seolah tak terjadi ketegangan apapun. Namun Yamada justru tersenyum remeh. "Memaafkan itu mudah, tapi aku masih tidak mood untuk latihan."

"Eh?"

"Ayo, Yuri."

Pemuda utama di grup itu langsung membawa kekasihnya pergi meninggalkan studio. Menyisakan member lain yang masih di dalam dan mengesah maklum,

Yasudahlah. Kalau sudah puas nanti juga kembali. semoga Chinen bisa ikut latihan. begitu pikir mereka.


. . . . . . .


"Eughhh... Ryosu..ke..hh..."

"Milikku,"

"Eugh ngghh..."

“Milikku. Milikku. Milikku!”

Yamada menyapih tuntas bibir ranum Chinen diruang studio lain yang sepi. Melahap bibir kekasihnya dengan ganas, sesekali merapal kepemilikan.

"Bibir ini, mulut ini, lidah ini, gigi ini. Semua milikku." kembali Yamada melahap bibir Chinen. Ciuman mereka semakin panas tanpa ada penolakan sama sekali dari kekasihnya. Pemuda imut itu justru membuka mulutnya, memberi akses bebas bagi Yamada untuk melumat, mengecap, menyesap, bahkan mengabsen deretan giginya. Semua dilakukan Yamada dengan nafsu.

"Eugh Ryo... se..sakkhh..."

Yamada lalu melepaskan ciuman, nafas Chinen putus-putus karenanya. Tubuhnya melemas dan nyaris merosot dari dinding namun segera ditahan Yamada. Ditekannya keatas tangan Chinen sementara kedua kakinya diapit oleh satu kaki Yamada. Posisi yang benar-benar indah, asal kau tahu.

"Aku belum puas, Yuri." Jempol Yamada mengusap bibir bawah Chinen yang membengkak namun terlihat semakin menggoda.

"Eughhhh...!!"

Baru saja pemuda imut itu akan mengambil napas banyak tapi Yamada kembali melesakan lidahnya. Mau tak mau Chinen membalas ciuman itu. Dominannya semakin bergairah dan dengan sengaja melukai kekasihnya namun berdalih atas dasar cinta.

"Sakit... kau menggigit bibirku, Ryosuke!"

"Itu tanda kepemilikanku, aku yang memiliki bibir ini. Jadi tidak ada yang boleh melakukannya lagi selain aku!"

"Iya tapi ini sakiiiit..." air mata keluar sedikit di ujung mata indahnya serta darah segar merembes dari bibirnya. Ia enggan berciuman kembali.

"Yuri, ayo teruska—“

"Aku tidak akan mau makan apapun kalau kau teruskan! Kau membuat bibir dan mulutku kebas, Ryosuke!"

Yamada tersenyum mesum seraya menjilat bibir atasnya. “Tak masalah. akan kusuapi kau dengan bibirku. Biar kita semakin romantis."

"Euuughhh!!!"

Tepat setelah Yamada berkata, ia kembali melumat bibir Chinen, terus dan terus menyantap bibir itu samapi puas. Dalam hati Chinen berkata, "nikmatilah... aku memang hanya milikmu,"
.
.
.
  
THE END

A/N : no komen, saya baper banget sama popolo terutama sama member hsj yang nyium nyium chii -.- btw saya menikmati ngetik Yama yang nyolot bin songoy XD

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Ffnya keren xD
walaupun Drama banget tapi gak terasa tergganggu Aku malah kebawa ceritanya banget XD
Semangat Ya buat seterusnya!

Posting Komentar

 

Yurisuke's World Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review