Judul : Amainbo (artinya Anak Manja)
Author : Kiwok
Pair : YamaChii forever~
Genre : Drabble, romance, fluff
Summary : Kenapa kau selalu memanjakannya? | Karena dia Chinen Yuri | Mau taruhan denganku? Sekali saja kau tidak memanjakannya
akan kuberi hadiah | Tidak perlu. Aku bisa
mendapatkan hadiahku sendiri karena aku tidak akan bisa tidak memanjakannya.
Here we go!
.
.
.
.
Chinen adalah anak manja.
MANJA-nya perlu di capslock,
garis bawahi, garis miringi, dan di bold. Karena terkadang, hal itu saja belum
bisa memberi kesan ‘keterlaluan manjanya’ untuk si mungil. Padahal sekali
lihatpun—tak perlu bersikap saat itu juga—semua orang langsung bisa menebak
bahwa Chinen Yuri adalah anak manja.
Terlebih bagi Yamada Ryosuke, tidak ada yang bisa semanja kekasihnya itu. Tidak
ada yang bisa meluluh lantakan nuraninya saat Chinen dengan nada mendayu
menyuarakan—
—“Ryosuke~”
Tidak ada.
Sikap manjanya dimulai dari yang paling remeh hingga yang paling tidak bisa
tidak dimanjakan meski itu
mempertaruhkan nyawa. Percaya atau tidak?
Lihat saja,
.
=Level 1=
Hey!Say!JUMP sedang berjalan santai menuju lokasi pemotretan di luar studio.
Saat itulah Yamada menyadari sesuatu.
“Yuri, tali sepatumu lepas.” Ujarnya. Namun Chinen yang sedang berbincang
seru dengan Keito hanya mereuspon, “Biarkan saja.”
Tentu membuat Yamada jengah. “Nanti bisa jatuh...”
Chinen menghiraukan.
Yamada mendengus kesal sebelum akhirnya menarik tangan Chinen untuk
berhenti berjalan, lalu ia menjongkokan diri demi mengikat tali sepatu Chinen.
“Mengikat sebentar apa susahnya sih? Kalau jatuh bagaimana?”
“Kan ada Ryosuke dibelakangku~”
Yamada mendengus kembali.
.
=Level 2=
“Ryosukeee~” Chinen memanggil nyaring nama kekasihnya berkali-kali. Hikaru
yang merasa risih menoleh dan melancarkan protes. “Kau kenapa sih? Yama-chan kan
sedang sesi poto sendiri di ruang F!”
“Aku mau minta dipakaikan dasi..” Rengut Chinen.
“Minta stylist-san saja sana! Itu kan tugas mereka, tak perlu
teriak-teriak.”
“Nggak mau. Maunya sama Ryosuke. Lagipula aku bukan teriak. Aku hanya
memanggil dengan lantang. Kau saja yang telinganya sensi—“
“Yuri?” Yamada menginterupsi dari belakang, ia baru selesai melakukan
pemotretan sesi individu. Chinen segera balik badan dan berlari kecil menuju
Ryosuke-nya.
Tanpa berkata apapun, Yamada langsung memasangkan dasi untuk Chinen dengan
cekatan.
“Makasiiih~ hembusan nafas Ryosuke saat memakaikan dasiku wangi stoberi~”
Yamada hanya terkekeh pelan.
.
=Level 3=
Chinen sama sekali tak berselera dengan bento yang dipesankan manajernya
untuk makan siang sesudah latihan dance. Ia mengernyit geli melihat bentonya
lalu menoleh pada Yamada. “Ryosukeee! Aku nggak mau makan iniiii..”
Yamada berdecak, “Ini dimakan dulu, nanti selesai latihan kita kencan cari
makan yang lebih enak.”
“Yasudah aku makannya selesei latihan saja.”
“Yuri!”
“Nggak mau!”
Member lain lantas menggeram maklum. Yamada yang sudah hafal situasi
kekasihnya cepat-cepat mengambil ipad di tasnya kemudian memberikan pada
Chinen. “Aku tidak bisa menaikan level di game ini. Coba kau mainkan.”
Kalau masalah game, Chinen adalah ahlinya. Saat serius bermain game itulah
Yamada dengan telaten menyuapkan bento untuk Chinen. Si bungsupun tak protes
dan langsung membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Yamada.
“Nih Ryosuke! Sudah naik level! Aku juga sudah kenyang hehe..”
Bento itu habis tak tersisa.
.
=Level 4=
Yamada dan Chinen kencan ke Odaiba untuk kesekian kalinya, tepatnya di
kawasan pertokan baju.
“Ryosuke~ ini bagus kan ya?” Chinen menenteng seoonggok baju dan di
patutkan pada tubuhnya.
Yamada mengangguk jujur, “Iya bagus. Cocok untukmu.”
“Kalau yang ini?”
“Er.. apa nggak terlalu pink?”
“Memang kenapa?”
“ugh.. iya sih, cocok untukmu.”
“Hehe... terus, yang mana lagi yang cocok?”
“Hmm.. aku pilihkan yang di rumah saja. Sekarang kita pulang..”
“Benar ya?”
“Iya..”
Mereka ke kasir dahulu sebelum pulang.
“Totalnya 150 ribu yen.”
Chinen melirik Yamada. Yang dilirikpun mendengus. “Iya iya.. aku yang
bayar.”
.
=Level 5=
“Ryosukeee! Kau parkir mobil jauh sekali!” keluh Chinen seraya berjalan
pelan.
“Mau bagaimana lagi? Parkiran yang aman hanya disekitar sana. Toh bayarnya
juga tidak selangit.”
“Tapi jauuuh!”
“....”
“Pegal!”
“....”
“Ryosuke!
“....”
“Ryosu—“
Tanpa banyak bicara lagi, Yamada meraih semua
tas belanjaan Chinen dengan satu tangan sementara tangan satunya
menggenggam jemari Chinen. “Sudahlah ayo cepat jalan, di mobil nanti kalau
masih pegal kau bisa tidur.”
“Hehe.. aku cinta Ryosuke~!”
.
=Level 6=
‘Ryosuke, ke apartemenku ya? Aku lapaar.. bawakan aku sushi atau buatkan
aku ramen~’
Yamada melirik jam dinding di kamar saat membaca pesan kekasihnya. Jam satu
dini hari. Tanpa pikir panjang center HSJ
itu langsung memanggil Chinen. “Kau gila? Ini jam 1 malam Yuri! Aku baru pulang
dari lokasi syuting dan mau istirahat!”
“Ugh~ tapi aku lapaaar.. nggak ada makanan di apatoku. Tadi saat syuting
serial Shikatonin aku nggak ikut makan malam bersama...”
“Lagian bukannya makan!”
“....”
“Yuri?”
“Yasudah aku keluar deh cari makan.”
“Yu—“
“Aku nggak ikut makan karena sebagian dari mereka menggodaku.”
“Delevery saja.”
“Kau tahu aku tidak suka menunggu lama.”
“Ck!” Kalau sudah seperti apa boleh buat, “Iya iya! Aku ke apartemenmu
sekarang!”
.
=Level 7=
Meski Hey!Say!JUMP mendapat jatah libur 3 hari sesudah promosi album
terbaru, namun Yamada Ryosuke tidak benar-benar libur. Bukan karena syuting
movie atau drama terbaru, tapi lebih sibuk dari itu.
. . . . . . . . . .
“Sakit?”
“Sedikit..”
“Kugendong saja ya?”
“Jangan, licin kalau di kamar mandi. Tuntun saja pelan-pelan.”
“Baiklah... Tapi kalau dibuat jalan makin sakit jangan dipaksa..” ujar
Yamada seraya menuntun Chinen ke kamar mandi.
.
“Periiih...” desis Chinen saat duduk di bathtub. Yamada mengelus lengan
Chinen dengan lembut. “Iya nanti setelah mandi kuobati. Punggungnya mau
kugosok?”
“Iya.. gosoknya pelan-pelan.”
“Aku mengerti..”
.
“Ryosuke~ celana ini kesempitan..”
“Nggak usah pakai celana dalam dulu bagaimana?”
“Nanti kau mesum!”
“Nggak.. tenang saja,”
“Yasudah..”
“Pakai kemeja putih panjang saja ya.”
“Iya..”
.
“Ryosuke, Gendong~” Chinen sudah memposisikan dirinya untuk digendong
pundak. Tapi—
“Nanti robeknya malah nggak sembuh...” –Yamada justru menggendong ala
bridal.
.
“Tara~ sudah kumasakan spesial saat kau masih tidur tadi, kau duduklah biar
aku yang siapkan...”
“Suapin ya?”
“Iya...”
.
“Ryosuke, makasih untuk hari ini.”
“Sama-sama. Sankyu juga untuk permainan ranjangnya.”
“Haha.. dasar mesum!”
=Owari=
A/N : Apasih yang nggak buat neng
Yuri? Wkwk jujur saya sebenernya ga suka Chinen main
movie ada kissing nya dan saya juga ga suka Yamada bakal main drama romen sama cewek (itu
berarti adegan ciumannya juga ada). Tapi mo gimana lagi, kan tuntutan kerjaan.
Saya mencoba nggak baper karena toh itu ekting. Saling dukung aja. Lagian
Chinen udah bilang cuma mo nikah sama Yamada dan Yamada juga udah bilang kalau
dia hanya mencintai Chinen lebih dari apapun di dunia. Kesampingkan pekerjaan.
Ekting hanyalah ekting. Kalau para YamaChii shipper masih baper perkara Yamada
main ama cewek atau sebaliknya Chinen main ama Cewek, berarti bukan YCS asli
melainkan BIM (Bias Is Mine).Yang
ngeBIMin Yama atau Chii silahkan jauh-jauh dari saya ya. JIJIK. Karena saya
juga jauh-jauh dari FumaKen shipper perkara saya ngeBIMin Kento haha :v
=Omake=
.
.
.
.
.
Yamada sedang menuju lokasi syuting Itadaki High JUMP bersama Inoo. Hanya
mereka berdua karena di episode yang akan datang misinya hanya untuk mereka. Di
dalam mobil putih, tak banyak percakapan asik selain lawakan garing Inoo untuk
Yamada karena center itu lebih peduli dengan gadgetnya.
“Kau dari tadi senyum-senyum terus lihat HP!” tegur Inoo yang mulai bete.
“Ahaha.. maaf.” Yamada menyeringai canggung, “Chinen bercerita
lucu di backstage saat presscon Gold Medal hari ini. Aku membayangkan dia pasti
menggemaskan pakai Yukata tapi mencoba melawak.”
“Oh.”
Kemudian hening.
“Yama-chan...” Inoo membuka suara kembali dan hanya disahut dengungan
Yamada.
“Kau tahu kan kalau kita sedang sering dipasangkan oleh tim acara?”
“Tidak, aku tidak merasa begitu sih haha..” tawa Yamada terdengar garing.
Inoo mendengus. “Setidaknya beri fanservice kek!”
“Kan tidak disuruh. Aku hanya akan melakukan fanservice dengan yang lain
bila benar-benar disuruh.” Yamada tersenyum lebar, “karena aku sudah janji
dengan Yuri.”
“Chinen terus Chinen lagi Chinen mulu! Kau ini kenapa selalu memanjakannya
sih?!”
“Masih tanya?” Kali ini tawa Yamada terdengar palsu.
“Semua orang selalu memanjakannya. Huh, untuk aku tidak.”
“Ohya? Haha.. kau saja yang tidak sadar. Kita semua pasti akan
memanjakannya. Pasti.”
“Apa alasannya aku akan memanjakannya?”
“Karena dia Chinen Yuri.”
Inoo tak tahan untuk berdecih. “Mau
taruhan denganku? Sekali saja kau tidak memanjakannya akan kuberi hadiah.”
Yamada justru terbahak. “Tidak
perlu. Aku bisa mendapatkan hadiahku sendiri karena aku tidak akan bisa tidak
memanjakannya.”
“Kenapa?!”
“Sekali lagi, karena dia Chinen Yuriku.”
.
.
.
.
.
=Hontoni
Owari=
A/N : Awalnya saya hanya menyensikan YamaYuto, AriYama, KeitoYama, InooChine, OhnoChine.. tapi sekarang nambah.. i hate YamaNoo wkwk (apa? mau gunjing saya karena fans yang suka ngebenci2 salah satu/dua member fandom? Yaudah sih sok. saya gapeduli. Yang mau fgan sama saya silahkan. yang nggak mau yaudah sana jauh-jauh. Lagian saya gasuka pairnya, bukan gasuka orangnya ye~).

0 komentar:
Posting Komentar