Sabtu, 20 Agustus 2016

YamaChii VS Yabunoo

Diposting oleh Kiwokchwan di 20.12

Judul : YamaChii VS YabuNoo

Pair : RyoRi, KoKei

Author : Yang punya blog atulah ih kumaha eneng

Genre : Drable, romance,

Sinopsis : Percayalah jika OTP mu itu yang terbaik. Jangan membandingkan dengan OTP lain. Ini hanya membeberkan kebenarannya :p

Happy Reading!

.

.

.


Hari ini Chinen main kerumah Inoo. Tidak dengan cuma-cuma, tentu saja. Member tercantik di HSJ itu butuh dana ‘lumayan’ untuk mengajak sang bungsu berkunjung dan menginap.

“Chiiii~!! sudah lama aku ingin kau ke rumahkuuu~” rengek Inoo seraya memeluk Chinen. Yang dipeluk malah berjengit risih.

“Kenapa susah sekali  mengajakmu ke rumahku sih?”

“Karena Inoo-chan membosankan. Lagipula, hobi kita berbeda.” Jawaban Chinen membuat Inoo mendengus kecewa.

“Tapi hari ini Inoo-chan membeli ramen dan susi untukku jadi aku mau datang hehe..”

“Chii, kau tahu matre?” mata Inoo menjereng, direspon dengan putaran bola mata oleh Chinen. “Tahu. Kenapa? Nggak suka? Yasudah aku pulang~”

“Eiiit~ tunggu!! Iya iyaa nggak koook. Sukaaa. Aku suka Chinen~!” Inoo menahan tangan adik bungsunya yang hendak menuju pintu keluar. Chinen lantas tersenyum usil. “Tentu saja suka. Ryosuke dan fansku saja tak pernah protes dengan ke inginanku.”

“Oke, terserah.” Inoo kini membawa Chinen ke sofa ruang tamu. “Aku mau cerita…” katanya seraya duduk ngangkang. Chinen duduk cantik disertai alis tebal yang terangkat. “Cerita apa?”

“Kouta..”

“Kouta?”

Dia jadi aneh!

“Aneh bagaimana? Dia berubah jadi alien?

Inoo tak tahan untuk mendengus. Seperti biasa adiknya yang itu selalu bicara sesukanya tapi tidak bisa membuat orang lain marah.

Ceritakan intinya saja, Inoo-chan!” seru Chinen, mulai bete. Inoo kembali mendengus sebelum mulai bercerita. “Aku heran, kenapa Kouta cuek padaku? Apa dia sudah tidak suka denganku? Apa semua seme  itu begitu?”

“Oh... Kenapa Inoo-chan nggak tanya langsung sama Yabu-kun? Kalau bilang semua seme sama saja, Ryosuke berarti bukan seme dong? Haha..dia justru kelewat perhatian denganku.”

Bibir Inoo langsung manyun. “memang Yamada perhatiannya bagaimana?!”

“Astaga pakai nanya…” Chinen tertawa. “Ryosuke tuh…”

.

.

.

.

.

=YamaChii=

“Yuri, kamu dimana?”

“Masih syuting~”

“Bohong! Sekarang aku di lokasi syuting Gold Medal untuk menjemputmu!

“Hehe..di rumah Uchimura-sensei… tadi habis di traktir…”

“Ck! Yasudah aku ke sana. Alamatnya kirim pesan ya. Habis itu kita kencan.”

“Iya~”

.

.

.

=YabuNoo=

“Koutaaa!! Kamu dimana sih? Aku telpon nggak diangkat! Halo? Kouta~!! Pokoknya kalau terima voice mail dariku telpon balik ya! Sekarang aku akan menelponmu pagi saat bangun tidur, siang diwaktu makan, dan malam sebelum tidur!”

.

.

.

=YamaChii=

“Ryosukeee~”

“Ya?” Yamada diam kemudian. Memperhatikan Chinen dengan saksama sebelum tersenyum. “Ngecet rambut ya?”

“Iya~ hehe..

“Warna coklat cocok untukmu.”

“Aku kan diapain aja cocok~”

“Iya iya… yasudah yuk jalan.”

“Ayuk…”

.

.

.

=YabuNoo=

“Kouta…” Inoo keluar dari kamarnya menuju ruang tamu dimana Yabu berada. Inoo tersenyum cantik seraya menyibak rambut mangkuknya.

“Apa? Kau lama sekali! Aku barusan di telpon Johnny-san untuk ke Jimusho. Kencannya kapan-kapan saja ya.”

.

.

.

=YamaChii=

“Yuri~ aaaa~”

“Aaaaa~”

“Hih, makan belepotan. Kau kan bukan bayi, Yuri…”

“Hehe…”

Yamada dengan lembut mengusap pinggiran bibir Chinen yang belepotan saos takoyaki. Kemudian mengemut jempolnya yang tadi dipakai untuk mengusap. “Manis, seperti mu.”

“Hehe..bisa saja,”

.

.

.

=Yabunoo=

Inoo menggigit onigirinya besar-besar. Kemudian memakannya dengan lahap—atau dibuat lahap.

“Duh, Kouta... sepertinya ada yang nempel di pinggir bibirku. Bersihkan~”

Yabu melirik Inoo. Tatapannya datar kemudian meraih tisu di dekatnya untuk diberi padanya.

.

.

.

=YamaChii=

“Ryosuke, aku tunggu disini saja ya?”

“Kenapa?”

“Nggak enak... itu kan teman-temanmu.”

“Untuk apa nggak enak? Mereka justru ingin bertemu denganmu. Ayo sini…” Yamada merangkul bahu Chinen dan lalu mengajaknya masuk ke ruang karaoke dimana teman-teman SD Yamada sedang mengadakan reuni.

“Maaf telat… baru selesai photoshoot tadi. Ini aku ajak Yuriku.

Chinen hanya tersipu malu.

.

.

.

=YabuNoo=

“Kei, kau tunggu sini saja ya. Aku ingin bertemu teman-teman club soccer ku sebentar,”

“Eh tunggu.. aku tunggu diluar? Kalau ada yang mengenaliku nanti gimana? Kouta?! Hihh..!!”

.

.

.

=YamaChii=

“Makanya kan kubilang jangan memforsir diri kalau syuting!”

“Aku kan jadi peran utama di Movie, Ryosuke..uhuk.. tentu harus banyak latihan ekting…”

“Tapi kau jadi demam kan? Ah… aku nggak bisa tidur kalau kau masih sakit begini.” Yamada mengusap tengkuk Chinen penuh sayang dan lalu memeluknya. “Minum obat lalu tidur ya?”

“Temenin tidurnya…”

“Iya, Sayang…”

.

.

.

=YabuNoo=

Inoo sedang asik mengeringkan rambut mangkoknya dengan hairdryer kemudian sebuah ide unik tercipta. Alat penghantar udara panas itu ia arahkan pada kepala dan tengkuknya. Lalu ia mengambil HP.

“Halo? Kouta…? Uhuk..uhuk… aku demam nih… batuk juga.. uhuk.. kerumahku ya. Rawat aku~”

“...Minum obat lalu tidur yang cukup. Aku masih di Jimusho, rapat dengan leader grup lain. Sudah ya.”

Sambunganpun diputus.

.

.

.

=YamaChii=

“Halo?” Chinen menjawab telpon. Yamada di sebelahnya yang sedang menyetir melirik sensi. “Siapa?!”

“Iya, Yutti?”

“Yuri…!!”

“Ohiya lupa hehe. Nanti aku kasih tahu di pesan ya. Hehe..dah Yutti,”

Yamada menatap Chinen dengan sebal setelah sambungan Chinen terputus. “Untuk apa Yuto menelponmu?”

“Itu.., kemarin kan aku pinjem kameranya. Dia nanya bisa makainya nggak… kalau nggak bisa nanti dia ke apartemenku mau ngajarin.”

“HAH? KE APARTEMENMU? HANYA BERDUA? NGGAK! NGGAK! AKU SAJA YANG MENGAJARIMU NANTI!”

“Loh, ngapain? Aku bisa makainya kok. Ini baru mau ku balas bisa… gausah cemburu, Ryosuke~”

Yamada tak bisa menghilangkan kemerahan di pipinya bahkan setelah sampai di tempat tujuan.

.

.

.

=YabuNoo=

“Halo?”

Yabu melirik Inoo disebelahnya yang kini sedang menerima telpon dengan nada manja.

“Ya, Yuya?”

“Besok kita jadi karaoke kan, bareng Dai-chan dan Hikaru?”

Ganti Inoo melirik Yabu yang sudah sangat fokus menyetir. Ia lalu menyeringai. “Tidak… aku tidak sibuk. Kau sedang apa, Yuya?”

“Ha? Inoo-chan kenapa?!”

“Ahahaha!! Kau benar-benar lucu, Yuya!”

“Dih, nggak jelas!”

“Aku juga lucu? Ahaha... makasih~ yasudah nanti ku telpon lagi ya?”

“Apaan sih?! Inoo-chan mabok ya?”

“Apa? Yuya yang mau nelpon balik? oh yasudah... hehe.. dah Yuya~”

“Dasar gila!”

Yabu akhirnya buka suara setelah Inoo meletakan HPnya. “Kei, jalannya benar lewat sini, kan?”

Inoo hanya menggeram kesal.

.

.

.

=YamaChii=

“Ryosuke masak apaaa~?”

“Masak ramen untukmu. Kau suka?”

“Suka~ Porsi untukku spesial ya!

Iya.. tapi habis makan kita senam ranjang, oke? Kan kalau habis makan lalu olahraga jadi sehat.”

“Ryosuke mesum!”

.

.

.

=YabuNoo=

“Nih, sudah kubuatkan zupasup sesuai keinginanmu,”

“Buatkan? Bukannya kau tadi cuma hangatkan ini di macrowave?” Inoo merengut,  “Aku nggak lihat kau membuat ini di dapur tadi!”

“Kan yang penting enak. Nggak usah protes. Ayo makan!”

.

.

.

=YamaChii=

16 Januari 2016

“Maaf karena merayakan ini tengah malam. Kau tahu aku sibuk syuting Ansatsu..tapi…” Yamada menyodorkan cake mini berbentuk love dengan lilin berbentuk angka lima di hadapan Chinen. “Hari ini tepat lima tahun. Kuharap aku makin mencintaimu dan kau juga.”

“Ah.. Ryosuke~ makasiih…”

Mereka berciuman mesra selepas bersamaan meniup lilin di apartemen Yamada.

.

.

.

=YabuNoo=

22 September 2015

“Halo? Kouta? Kau dimana!? Kau tidak lupa dengan hari ini kan?!”

“Hari ini aku sibuk wawancara QLAP! Besok kan kita juga bisa bertemu! Sudahlah, tutup dulu!”

Inoo langsung membanting HPnya.

.

.

.

=YamaChii=

Tengah malam, Yamada menerobos apartemen Chinen bersama sesorang.

“Dia masih tidur?”

“Iya..haha.. biar kubangunkan.” Yamada diam-diam ke kamar Chinen dan dengan sangat lembut mendekatkan dirinya pada bibir kenyal sang kekasih untuk di kecup.

“Eunghh..” mata hitam Chinen perlahan terbuka.

“Selamat hari lahir, Sayang…” Yamada tersenyum. Si mungil lantas bangun seutuhnya dan terkejut. “Ohno-kun?!”

“Halo, Chinen-kun... selamat ulang tahun ya..”

Chinen blushing seketika.

“Bagaimana? Suka kadonya? Aku tahu kau sangat mengidolakan dia makanya di—“

Yamada tak menyelesaikan perkataannya karena Chinen membungkam bibir itu dengan ciuman.

“Oow.. sepertinya aku menganggu hehe.. Yasudah aku keluar dulu ya.”

Ohno-pun keluar dengan perasaan galau.

“Kenapa ajak Ohno-kun??? Aku kan malu!” tanya Chinen seusai berpagutan.

“Habis... semua kado sudah kuberi. Jadi..aku bingung…”

“Aku..mau dirimu saja.”

“Eh?”

“Ohno-kunnya suruh pulang saja!”

“Ehh?? Tapi—“

“Pulaaaang~!! Aaaah Ryosukeee aku hanya mau dirimu sekaraaang. Ayo masuki aku!”

“HE-EH?!” Yamada menjerit nista namun tentu saja, apapun iya untuk Yurinya.

.

.

.

=YabuNoo=

“Waaww! Pesta ulang tahun Inoo-chan seru~!!” teriak Dai-chan diantara gemerlapnya lampu disko.

“Ayo pesta sampai pagi~!!” sahut Yuya.

“Eh tapi.. HP Inoo-chan di saku baju nyala tuh,” tegur  Hikaru. Inoo memeriksa HPnya segera. Saat mendapati ‘Kouta-sama’ yang menelpon, ia langsung mematikan benda itu. “Nggak penting. Hanya operator hehe.. ayo lanjut pesta sampai pagi!!!”

“Ayooo~~!!”

.

.

.

TAMAT


A/N : YabuNoo nya angst? Bodo #dihajar wkwk tenang.. ada Omake kok. Wkwk betewe, ff ini terinspirasi dari video Last Day Production di YouTube yang judulnya ‘CINTA ATAU TIDAK CINTA’. Cute aned kaaaan? Wkwkw.


OMAKE

.

.

.

Pagi dini hari Inoo baru pulang dari pestanya. Ia terkejut saat Yabu tengah tertidur di meja makan dengan segala macam hal romantis di sana. Kue tart love, makanan kesukaan Inoo yang sudah dingin, kado topi yang sudah lama diinginkan Inoo, dan... sebuket bunga Lili, bunga kesukaannya.

Inoo meraih bunga itu dan lalu membaca surat yang terselip.

‘Dear, My Everything, Inoo Kei… maafkan aku kalau aku bukan kekasih yang baik. Maaf karena aku sering mengecewakanmu.

Aku tidak mengangkat telponmu waktu itu karena aku sedang ada urusan keluarga. Saat voice mu kudengarkan, sepupuku disamping mengejekku habis-habisan sehingga aku malu untuk telpon. Maaf…

Aku sadar saat kau ganti model rambut. Aku sudah mengintipmu ketika berdandan di kamar dan kau terlihat cantik. Ketika mengintipmu aku bermaksud pamit untuk segera ke jimusho tapi urung karena aku ingin melihatmu menunjukan gaya terbarumu padaku hehe... maaf ya kita tak jadi kencan... Tapi kau benar-benar cantik waktu itu :’)

Modus ambilkan nasimu kurang jitu haha… aku sebenanya ingin mengecupmu saat kau kode begitu, tapi kan... kita di tempat umum! Yakali, Kei?!

Aku tidak mau mengenalimu pada teman-temanku karna diantara mereka ada yang menyukaimu. Aku tidak mau teman yang sering mengejekku dulu menyukaimu karenanya kau tak kukenalkan pada mereka. Lagipula aku hanya sebentar.

Kau suka zupasup tapi kau tahu aku tak bisa masak itu. Maaf kalau cuma bisa ku hangatkan dengan macrowave. Tapi aku membeli zupasup terlezat di Jepang dan akan sangat lezat bila makannya berdua denganku kan? Hehe...

Dan sungguh, aku cemburu pada Yuya. Aku cemburu, Kei…!! tapi kau tahu aku pemalu untuk mengungkapkan itu!

Sakit? Aku tahu kau kuat dan jarang sekali sakit. Kalau kau benar sakit, adik tomboymu pasti sudah heboh mengabariku. Jadi aku tahu kau bohong. Kau kurang pintar, Kei. Haha. Tapi tenang, aku tetap cinta.

22 September 2002 memang hari saat kita bertemu pertama kali dan kita mulai jatuh cinta. Tapi saat dimana aku menembakmu kan 21 September waktu kita mulai syuting Mayonaka. Kau lupa? Ck! Padahal kemarinnya aku membelikanmu jam tangan sebagai hadiah hari jadi..

Untuk hari ini… selamat hari lahir! Selalu, aku mencintaimu.’

-Yabu Kouta-

Inoo tertawa cantik selesai membaca itu. Lalu mengecup pipi Yabu dengan lembut. “Aku juga mencintaimu.”

REAL TAMAT



AN : malesh bikin nc haha bomat dah endingnya begini. Hehe~ salam shipper yabunoo! 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Yurisuke's World Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review