Judul : YamaChii VS YabuNoo
Pair : RyoRi, KoKei
Author : Yang punya blog atulah ih
kumaha eneng
Genre : Drable, romance,
Sinopsis : Percayalah jika OTP mu
itu yang terbaik. Jangan membandingkan dengan OTP lain. Ini hanya membeberkan kebenarannya
:p
Happy Reading!
.
.
.
Hari ini Chinen
main kerumah Inoo. Tidak dengan cuma-cuma, tentu saja. Member tercantik di HSJ
itu butuh dana ‘lumayan’ untuk mengajak sang bungsu berkunjung dan menginap.
“Chiiii~!! sudah lama aku ingin kau ke rumahkuuu~” rengek Inoo seraya memeluk Chinen. Yang
dipeluk malah berjengit risih.
“Kenapa susah
sekali mengajakmu ke rumahku sih?”
“Karena
Inoo-chan membosankan. Lagipula, hobi kita berbeda.” Jawaban Chinen membuat Inoo mendengus kecewa.
“Tapi hari ini
Inoo-chan membeli ramen dan susi untukku jadi aku mau datang hehe..”
“Chii, kau tahu
matre?” mata Inoo menjereng, direspon dengan putaran bola mata oleh Chinen. “Tahu. Kenapa? Nggak suka? Yasudah aku pulang~”
“Eiiit~ tunggu!! Iya
iyaa nggak koook. Sukaaa. Aku suka Chinen~!” Inoo menahan tangan adik bungsunya
yang hendak menuju pintu keluar. Chinen lantas tersenyum usil. “Tentu saja suka. Ryosuke dan fansku saja tak pernah
protes dengan ke inginanku.”
“Oke, terserah.”
Inoo kini
membawa Chinen ke sofa ruang tamu. “Aku mau cerita…” katanya seraya duduk
ngangkang. Chinen duduk cantik disertai alis tebal yang terangkat. “Cerita
apa?”
“Kouta..”
“Kouta?”
“Dia jadi aneh!”
“Aneh bagaimana? Dia berubah jadi alien?”
Inoo tak tahan
untuk mendengus. Seperti biasa adiknya yang itu selalu bicara sesukanya tapi tidak
bisa membuat orang lain marah.
“Ceritakan intinya saja,
Inoo-chan!” seru Chinen, mulai bete. Inoo kembali mendengus sebelum mulai bercerita. “Aku heran, kenapa Kouta cuek padaku? Apa dia sudah tidak suka denganku? Apa
semua seme itu begitu?”
“Oh... Kenapa Inoo-chan nggak tanya langsung sama Yabu-kun? Kalau bilang semua seme sama saja, Ryosuke berarti bukan seme dong? Haha..dia justru kelewat perhatian denganku.”
Bibir Inoo
langsung manyun. “memang Yamada perhatiannya bagaimana?!”
“Astaga pakai nanya…” Chinen tertawa. “Ryosuke tuh…”
.
.
.
.
.
=YamaChii=
“Yuri, kamu dimana?”
“Masih syuting~”
“Bohong! Sekarang aku di lokasi
syuting Gold Medal untuk menjemputmu!”
“Hehe..di rumah
Uchimura-sensei… tadi habis di traktir…”
“Ck! Yasudah aku
ke sana. Alamatnya kirim pesan ya. Habis itu kita kencan.”
“Iya~”
.
.
.
=YabuNoo=
“Koutaaa!! Kamu
dimana sih? Aku telpon nggak diangkat! Halo? Kouta~!! Pokoknya kalau terima
voice mail dariku telpon balik ya! Sekarang aku akan menelponmu pagi saat bangun
tidur, siang diwaktu makan, dan malam sebelum tidur!”
.
.
.
=YamaChii=
“Ryosukeee~”
“Ya?” Yamada
diam kemudian. Memperhatikan Chinen dengan saksama sebelum tersenyum. “Ngecet rambut ya?”
“Iya~ hehe..”
“Warna coklat
cocok untukmu.”
“Aku kan diapain
aja cocok~”
“Iya iya… yasudah
yuk jalan.”
“Ayuk…”
.
.
.
=YabuNoo=
“Kouta…” Inoo
keluar dari kamarnya menuju ruang tamu dimana Yabu berada. Inoo tersenyum cantik seraya menyibak rambut mangkuknya.
“Apa? Kau lama
sekali! Aku barusan di telpon Johnny-san untuk ke Jimusho. Kencannya
kapan-kapan saja ya.”
.
.
.
=YamaChii=
“Yuri~ aaaa~”
“Aaaaa~”
“Hih, makan
belepotan. Kau kan bukan bayi, Yuri…”
“Hehe…”
Yamada dengan
lembut mengusap pinggiran bibir Chinen yang belepotan saos takoyaki. Kemudian
mengemut jempolnya yang tadi dipakai untuk mengusap. “Manis, seperti mu.”
“Hehe..bisa saja,”
.
.
.
=Yabunoo=
Inoo menggigit
onigirinya
besar-besar. Kemudian memakannya dengan lahap—atau dibuat lahap.
“Duh, Kouta... sepertinya ada yang
nempel di pinggir bibirku. Bersihkan~”
Yabu melirik
Inoo. Tatapannya datar kemudian meraih tisu di dekatnya untuk diberi padanya.
.
.
.
=YamaChii=
“Ryosuke, aku
tunggu disini saja ya?”
“Kenapa?”
“Nggak enak... itu kan teman-temanmu.”
“Untuk apa nggak
enak? Mereka justru ingin bertemu denganmu. Ayo sini…” Yamada merangkul bahu Chinen dan lalu mengajaknya masuk ke ruang karaoke dimana teman-teman SD Yamada
sedang mengadakan reuni.
“Maaf telat…
baru selesai photoshoot tadi. Ini aku ajak Yuriku.”
Chinen hanya tersipu malu.
.
.
.
=YabuNoo=
“Kei, kau tunggu
sini saja ya. Aku ingin bertemu teman-teman club soccer ku sebentar,”
“Eh tunggu.. aku
tunggu diluar? Kalau ada yang mengenaliku nanti gimana? Kouta?! Hihh..!!”
.
.
.
=YamaChii=
“Makanya kan
kubilang jangan memforsir diri kalau syuting!”
“Aku kan jadi
peran utama di Movie, Ryosuke..uhuk.. tentu
harus banyak latihan ekting…”
“Tapi kau jadi
demam kan? Ah… aku nggak bisa tidur kalau kau masih sakit begini.” Yamada
mengusap tengkuk Chinen penuh sayang dan lalu memeluknya. “Minum obat lalu tidur ya?”
“Temenin
tidurnya…”
“Iya, Sayang…”
.
.
.
=YabuNoo=
Inoo sedang asik
mengeringkan rambut mangkoknya dengan hairdryer kemudian sebuah ide unik
tercipta. Alat penghantar udara panas itu ia arahkan pada kepala dan
tengkuknya. Lalu ia mengambil HP.
“Halo? Kouta…? Uhuk..uhuk… aku demam nih… batuk juga.. uhuk.. kerumahku ya. Rawat aku~”
“...Minum obat lalu tidur yang cukup. Aku masih di
Jimusho, rapat dengan leader grup lain. Sudah ya.”
Sambunganpun
diputus.
.
.
.
=YamaChii=
“Halo?” Chinen
menjawab telpon. Yamada di sebelahnya yang sedang menyetir melirik sensi. “Siapa?!”
“Iya, Yutti?”
“Yuri…!!”
“Ohiya lupa hehe.
Nanti aku kasih tahu di pesan ya. Hehe..dah Yutti,”
Yamada menatap
Chinen dengan sebal setelah sambungan Chinen terputus. “Untuk apa Yuto
menelponmu?”
“Itu.., kemarin
kan aku pinjem kameranya. Dia nanya bisa makainya nggak… kalau nggak bisa nanti
dia ke apartemenku mau ngajarin.”
“HAH? KE
APARTEMENMU? HANYA BERDUA? NGGAK! NGGAK! AKU SAJA YANG MENGAJARIMU NANTI!”
“Loh, ngapain?
Aku bisa makainya kok. Ini baru mau ku balas bisa… gausah cemburu, Ryosuke~”
Yamada tak bisa
menghilangkan kemerahan di pipinya bahkan setelah sampai di tempat tujuan.
.
.
.
=YabuNoo=
“Halo?”
Yabu melirik
Inoo disebelahnya yang kini sedang menerima telpon dengan nada manja.
“Ya, Yuya?”
“Besok kita jadi karaoke kan, bareng Dai-chan dan
Hikaru?”
Ganti Inoo
melirik Yabu yang sudah sangat fokus menyetir. Ia lalu menyeringai. “Tidak… aku
tidak sibuk. Kau sedang apa, Yuya?”
“Ha? Inoo-chan kenapa?!”
“Ahahaha!! Kau
benar-benar lucu, Yuya!”
“Dih, nggak jelas!”
“Aku juga lucu?
Ahaha... makasih~ yasudah nanti ku telpon lagi ya?”
“Apaan sih?! Inoo-chan mabok ya?”
“Apa? Yuya yang
mau nelpon balik? oh yasudah... hehe.. dah Yuya~”
“Dasar gila!”
Yabu akhirnya
buka suara setelah Inoo meletakan HPnya. “Kei, jalannya benar lewat sini, kan?”
Inoo hanya
menggeram kesal.
.
.
.
=YamaChii=
“Ryosuke masak
apaaa~?”
“Masak ramen
untukmu. Kau suka?”
“Suka~ Porsi untukku spesial ya!”
“Iya.. tapi habis makan
kita senam ranjang, oke? Kan kalau habis makan lalu olahraga jadi sehat.”
“Ryosuke mesum!”
.
.
.
=YabuNoo=
“Nih, sudah
kubuatkan zupasup sesuai keinginanmu,”
“Buatkan? Bukannya kau tadi cuma hangatkan ini di
macrowave?” Inoo merengut, “Aku nggak lihat kau membuat ini di dapur tadi!”
“Kan yang
penting enak. Nggak usah protes. Ayo makan!”
.
.
.
=YamaChii=
16 Januari 2016
“Maaf karena
merayakan ini tengah malam. Kau tahu aku sibuk syuting Ansatsu..tapi…” Yamada
menyodorkan cake
mini berbentuk love dengan lilin berbentuk angka lima di hadapan Chinen. “Hari
ini tepat lima tahun. Kuharap aku makin mencintaimu dan kau juga.”
“Ah.. Ryosuke~
makasiih…”
Mereka berciuman
mesra selepas bersamaan meniup lilin
di apartemen Yamada.
.
.
.
=YabuNoo=
22 September
2015
“Halo? Kouta?
Kau dimana!? Kau tidak lupa dengan hari ini kan?!”
“Hari ini aku
sibuk wawancara QLAP! Besok kan kita juga bisa bertemu! Sudahlah, tutup dulu!”
Inoo langsung membanting HPnya.
.
.
.
=YamaChii=
Tengah malam,
Yamada menerobos apartemen Chinen bersama sesorang.
“Dia masih
tidur?”
“Iya..haha..
biar kubangunkan.” Yamada diam-diam ke kamar Chinen dan dengan sangat lembut
mendekatkan dirinya pada bibir kenyal sang kekasih untuk di kecup.
“Eunghh..” mata
hitam Chinen perlahan terbuka.
“Selamat hari
lahir, Sayang…” Yamada tersenyum. Si mungil lantas bangun seutuhnya dan
terkejut. “Ohno-kun?!”
“Halo,
Chinen-kun... selamat ulang tahun ya..”
Chinen blushing
seketika.
“Bagaimana? Suka
kadonya? Aku tahu kau sangat mengidolakan dia makanya di—“
Yamada tak
menyelesaikan perkataannya karena Chinen membungkam bibir itu dengan ciuman.
“Oow.. sepertinya
aku menganggu hehe.. Yasudah aku keluar dulu ya.”
Ohno-pun keluar
dengan perasaan galau.
“Kenapa ajak
Ohno-kun??? Aku kan malu!” tanya Chinen seusai berpagutan.
“Habis... semua
kado sudah kuberi. Jadi..aku bingung…”
“Aku..mau dirimu
saja.”
“Eh?”
“Ohno-kunnya
suruh pulang saja!”
“Ehh?? Tapi—“
“Pulaaaang~!!
Aaaah Ryosukeee aku hanya mau dirimu sekaraaang. Ayo masuki aku!”
“HE-EH?!” Yamada
menjerit nista namun tentu saja, apapun iya
untuk Yurinya.
.
.
.
=YabuNoo=
“Waaww!
Pesta ulang tahun Inoo-chan seru~!!” teriak Dai-chan diantara gemerlapnya lampu
disko.
“Ayo pesta
sampai pagi~!!” sahut Yuya.
“Eh tapi.. HP
Inoo-chan di saku baju nyala tuh,” tegur
Hikaru. Inoo memeriksa HPnya segera. Saat mendapati ‘Kouta-sama’ yang
menelpon, ia langsung mematikan benda itu. “Nggak penting. Hanya operator
hehe.. ayo lanjut pesta sampai pagi!!!”
“Ayooo~~!!”
.
.
.
TAMAT
A/N : YabuNoo nya angst? Bodo #dihajar wkwk
tenang.. ada Omake kok. Wkwk betewe, ff ini terinspirasi dari video Last Day
Production di YouTube yang judulnya ‘CINTA ATAU TIDAK CINTA’. Cute aned kaaaan?
Wkwkw.
OMAKE
.
.
.
Pagi dini hari
Inoo baru pulang dari pestanya. Ia terkejut saat Yabu tengah tertidur di meja
makan dengan segala macam hal romantis di sana. Kue tart love, makanan kesukaan
Inoo yang sudah dingin, kado topi yang sudah lama diinginkan Inoo, dan... sebuket bunga Lili, bunga
kesukaannya.
Inoo meraih
bunga itu dan lalu membaca surat yang terselip.
‘Dear, My Everything, Inoo Kei… maafkan aku kalau aku
bukan kekasih yang baik. Maaf karena aku sering mengecewakanmu.
Aku tidak mengangkat telponmu waktu itu karena aku
sedang ada urusan keluarga. Saat voice mu kudengarkan, sepupuku disamping
mengejekku habis-habisan sehingga aku malu untuk telpon. Maaf…
Aku sadar saat kau ganti model rambut. Aku sudah
mengintipmu ketika berdandan di kamar dan kau terlihat cantik. Ketika
mengintipmu aku bermaksud pamit untuk segera ke jimusho tapi urung karena aku
ingin melihatmu menunjukan gaya terbarumu padaku hehe... maaf ya kita tak jadi kencan... Tapi kau benar-benar cantik waktu itu :’)
Modus ambilkan nasimu kurang jitu haha… aku sebenanya
ingin mengecupmu saat kau kode begitu, tapi kan... kita di tempat umum! Yakali,
Kei?!
Aku tidak mau mengenalimu pada
teman-temanku karna diantara mereka ada yang menyukaimu. Aku tidak mau teman
yang sering mengejekku dulu menyukaimu karenanya kau tak kukenalkan pada
mereka. Lagipula aku hanya sebentar.
Kau suka zupasup tapi kau tahu aku tak bisa masak itu.
Maaf kalau cuma bisa ku hangatkan
dengan macrowave. Tapi aku membeli zupasup terlezat di Jepang dan akan sangat lezat bila makannya berdua denganku kan? Hehe...
Dan sungguh, aku cemburu pada Yuya. Aku cemburu, Kei…!!
tapi kau tahu aku pemalu untuk mengungkapkan itu!
Sakit? Aku tahu kau kuat dan jarang sekali sakit.
Kalau kau benar sakit, adik tomboymu pasti sudah heboh mengabariku. Jadi aku
tahu kau bohong. Kau kurang pintar, Kei. Haha. Tapi tenang, aku tetap cinta.
22 September 2002 memang hari saat kita bertemu
pertama kali dan kita mulai jatuh cinta. Tapi saat dimana aku menembakmu kan 21
September waktu kita mulai syuting Mayonaka. Kau lupa? Ck! Padahal
kemarinnya aku membelikanmu jam tangan sebagai hadiah hari jadi..
Untuk hari ini… selamat hari lahir! Selalu, aku
mencintaimu.’
-Yabu Kouta-
Inoo tertawa
cantik selesai membaca itu. Lalu mengecup pipi Yabu dengan lembut. “Aku juga
mencintaimu.”
REAL
TAMAT

0 komentar:
Posting Komentar