.Judul : Ai no Shubiduba
Pair : YamaChii
Author : Kiwok
Genre : Romance picisan, comedy, parody
Summary : Ketika Chinen dan Daichan berselisih, Yamadalah yang harus 'bekerja' ekstra keras.
Chapter sebelumnya : (Chap 1)
WARNIING! BAHASA SUKA-SUKA! (GUE-ELU), AGAK ALAY!
Mangga~
.
.
.
.
BRUKK!!!
Adalah suara meja di tampar oleh manusia babi paling ganteng se Hey!Say!Jump yang tak lain tak bukan adalah Yamada Ryosuke. "lu apain cewek gue ampe jadi ngambek gitu hah?!" sinisnya pada Daichan yang sedang disuapin Yuya di ruang makan.
"Emang lu punya cewek yam?" mata hikaru membulat, "buset ada juga cewek yang mo ama kuntet!"
hikaru ngocol. Untung yamada lagi nggak pengen makan gingsul orang.
"Hahaha.. kebiasaan nganggep Chii cewek ya?" kali ini inoo ngebanyol. Muka Yamada langsung se merah boncabe. well, 'he's like my girlfriend' emang kalimat andalan Yama buat ngedeskripsiin Chiinen di majalah ato di publik. Katanya, biar si Juleha ga banyak batjodh.
"lu apain yuri-gue?" Yamada mengulang pertanyaan, semakin menatap sinis Daichan.
"Gue ga tau kalo Chii nunggu di luar area sketboard bagian timur, pas gue 'ngeh Chii udah gada di dalem area, gue kira dia udah pulang, ya gue langsung pulang lewat pintu keluar utara. Setau gue kan dia gitu, gamo nungguin orang."
Daichan oneng.
"Terus dia lu tinggal, gitu?" sinis yamada lagi.
"kan gue gatau. Lagian hpnya juga ga aktif pas gue telpon. kirain dia dah lu jemput"
Kemudian hening.
Astaga Yuya punya pacar pekok banget. padahal jelas jelas kemarin dari pagi hingga petang yama ada pekerjaan sendiri. mana sempet jemput Chii?! baru ketemu kan pagi tadi! karena semalem ampe Resort Yama udah teler dan langsung ngebo.
"ini Saipan bukan Shizuoka, Dai!!!"
"iya gue tau. tapi kan dia sering kesini bareng temen- te...." ucapan Daichan menggantung. dia baru menyadari satu hal.
"Yuri ga pernah pergi jauh sendiri!!! dia selalu sama orang atau rombongan. dan kemaren lu biarin dia pulang sendiri?!?"
"yelah gausah nyolot, Yam. Daiki kan udah bilang gatau..." Yuya akhirnya membela pacarnya. "lagian kemarin tuh harusnya Daiki a-ADAW"
Yuya mengerang ala waria tatkala kakinya diinjek Daichan. membuat member hsj lain kebingungan bercampur geli. akan tetapi Inoo paham apa yang hendak dikatakan si gondrong.
"bawain makan kekamarnya coba, Yam..." saran keket lembut-sekaligus mencairkan suasana sensi Yamada.
"iya coba. dia kalo lagi ngambek gitu nggak mau makan kan." imbuh yabu.
Yama ngedengus setelah melototin Daichan. kemudian ke bagian makan untuk membawa sarapan ke kamar chinen.
=:=
"Chii-chan~" Yama sangat jarang manggil kekasihnya begitu, tapi mungkin kalo dipanggil begitu dengan nada agak diseret hati Chinen bakal luluh.
"apaan?"
'mungkin' memang hanyalah kemungkinan, kenyataannya chinen menyahut dengan nada jutek.
Yama meletakan nampan sarapan di meja kamar kekasihnya lalu duduk samping Chii.
"kenapa, sayang?"
"masih nanya?"
"aku kan gatau..."
"ya iyalah gatau, kamu kerja mulu ampe tinggi."
Sabar, Yam. Chii sedang PMS (pemuda masa sensi), jadi maklumin aja kalo kalimatnya ga kenyataan. karena seorang Yamada Ryosuke mo kerja kayak gimanapun gakan tinggi-tinggi. Percayalah.
"Hm.. kemaren pulang ke sini sendiri?" suara Yama masih terdengar lembut. Chinen menggeleng. "Naik gojek."
Oke, gojek. Jepang udah canggih, bung.
"Katanya hp kamu mati? kok bisa nelpon gojek?
"Emang mati. Jadi aku pinjem hp mas-mas di tempat snowboardingan."
yama mengesah maklum. "yaudah ampe Tokyo beli yang baru aja, aku yang beliin deh. sekarang makan yuk?"
"Gamau"
"Ayo napa.. jangan manja."
"Apa hubungannya gamau sama manja?"
"Kalo ga mau makan berarti minta kusuapin kan?"
"dih, sotak."
Yama menggeram dalam hati. Semakin nggak mood hati Chinen, ia bisa berkata tajam setajam jarum pentul. jadi Yama hanya mendengus pasrah, ketika pandangannya pada bawah, ia lantas mengernyit.
"Astaga kaki kamu kenapa itu?"
"Waktu turunan curam, papan snowboardku ga bisa dikendaliin. nyungsep. kaki keseleo."
Penjelasan Chinen sukses membuat Yama linu. ia langsung berjongkok di hadapan kaki sang kekasih.
"Ini bengkaknya gede banget..."
"baru nyadar?"
Ya, Yama baru sadar. Dan ia kini ia merasa bersalah.
"Udah di kompres?"
"udah tadi."
"lagian kamu ngapain snowboardingan sih? ngajak Daichan lagi!"
"Mana kutahu kalo Daichan telat sama payah banget mainnya!"
"Dia telat? kamu masih mau nunggu? kalo aku telat kamu udah ga peduli dan langsung milih tidur?!"
Chinen langsung diem seraya memandang kebawah, matanya mulai berkaca kaca. Yamada langsung menepuk jidat. salah ngomong dah gue...
"sshh, sayang... maaf.. udah jangan nangis.." center itu lalu memeluk chinen dengan lembut.
"kerja aja sana ampe tinggi!"
"shhh.. iya maaf ya.."
"aku bisa pergi sendiri! kencan sendiri juga gapapa! sana kerja terus!"
"shh.. iya maaf.."
Yama semakin mengeratkan pelukannya pada Chinen. Sementara itu di ruang makan terbuka Resort Saipan, Hey!Say!Jump kedatangan Pemuda Berhelm Ijo (PBI).
"kalian kenal Chinen Yuri?" tanyanya.
"Ia member bungsu kami. kenapa ya?" sahut Yabu.
"oh gitu. ini," sang PBI nyodorin ipon5s berkesing fanart arashi pada Yabu. "Dia kemaren ngasih ini ke saya katanya rusak, padahal masih bisa di cas hpnya."
"ah.. makasih ya. omong-omong, anda siapa?"
"saya gojek yang kemaren nganterin dia kesini. kasihan, dia nangis kemaren sambil megangin kakinya yang bengkak. padahal anaknya cantik-imut gitu tapi dibuat nangis."
Member yang mendengar itu langsung membatu.
"mana sambil nyeracau aneh, 'terkutuk lu Daichan' sama 'kerja mulu lu babi bantet' gitu. gemesin dia, saya gatahan buat meluk tapi katanya dia cuma suka sama Ryosuke. Omong-omong ryosuke yang mana ya? boleh saya minta izin dia buat jadian sama Chinen Yuri?"
Yabu tak membalas pertanyaan si PBI namun bergegas menyuruhnya pergi. Tatapan member kembali jengah terhadap Daichan.
=:=
"yahkan tidur... kamu belum makan lho, sayang.." ujar Yama sambil mengelus kepala chii di dekapannya. ada perasaan perih dihati yamada saat kembali melirik kaki chii yang bengkak, ia akhirnya membopong chii ala bridal untuk membuatnya tidur di posisi yang tepat lalu mencium engkel chii yang membengkak itu. "cepet sembuh, sayang..."
=:=
=:=
Saat kembali ke ruang makan, Yamada di tatap jutek ke 7 member lain. oh 6 member deng. karena daichan hanya menatap lesu.
Yuto lebih dulu berkata ketus. "nyampe tokyo ntr lu harus kosongin jadwal buat chii!"
"kencan kemana kek serah. berdua aja tapi" sahut Inoo.
"wajib lho yam. kalo nggak, gue yang bakal jagain chii bukan lu lagi." imbuh Keito.
Alis Yamada kini mengkeret, "kalian ngapa sih? Chii kakinya lagi sakit. ntar pulang ke Tokyo niatnya mo gue gendong. ampe Tokyo gue ngurus dia dulu. kalo udah mendingan kakinya mo gue ajak ke onsen sama beli hp baru."
"syukurlah kalo tau diri, urus dulu pacar lu sebelum di embat tukang gojek, yam."
Oh Hika. gingsulmu sungguh minta di opor segera. Untung yama nggak suka opor gingsul.
Yamada tak ambil pusing dengan sindiran Hika. Ia justru menatap Daichan. "lu juga musti minta maap ama pacar gue ntar."
"Iyalah pasti, Yam. ntar gue bujuk dia."
Jadi.. akankah yamada berhasil meluluhkan hati chinen setelah pulang ke tokyo nanti?
Berlanjut....

0 komentar:
Posting Komentar