Author : Kiwok
Pair : YamaChii for pleasure seekers
Genre : Drable, romance, comedy,
semi!canon
Summary: Karena di setiap huruf yang
merangkai nama kekasih Yamada, terselip cerita cinta sederhana yang bermakna.
SELAMAT ULANG TAHUN, CHINEN
YURIIIIIIIIIII!!!

.
.
.
.
Cerewet
“YURI!! Dadamu kelihatan!” tegur Yamada saat Chinen menunduk dihadapan
anak-anak 7 untuk memperlihatkan skor game di HPnya. Tapi yang ditegur tak
mengindahkan dan masih asik memaparkan gadget yang ia bawa.
“Yuri! Kau harus pakai kaus dalam!”
Chinen merutuk kesal dan langsung melotot pada Ryosuke-nya. “Kenapa sih?
Yutti dan Keito nggak akan terpengaruh kok!”
“Sayangnya iya, Chii..” sambar Keito kemudian. Yuto hanya diam dengan pipi
kemerahan. Serta merta Yamada mengerang.
“YURI! PAKAI KAOS DALAM SEKARANG DAN GANTI BAJUMU JANGAN PAKAI KAOS V-NECK!”
“Tapi—“
“SEKARANG ATAU AKU YANG MENYERETMU UNTUK GANTI BAJU!?” Seruan yang kedua
sukses membuat Chinen lari ke ruang ganti dengan wajah yang super merah.
“Ryosuke, cerewet!!”
.
Hidup
“Ryosuke kenapa sih?” Tanya Chinen pada Keito. Ia melihat kekasihnya dari
tadi tidak semangat latihan dan terlalu dipaksakan saat disuruh senyum untuk
pemotretan.
“Bukannya dia sudah cerita? Kaktusnya kemarin kering dan tadi pagi mati.”
Jawab Keito pelan. “Terus tadi saat berangkat ke pemotretan dia nyari-nyari
kaktus sampai salah masuk ke bar.”
Chinen mengedipkan matanya dengan cepat kemudian menghampiri sang kekasih
yang masih bermuram durja. “Ryosuke... ayolah yang semangat! Masa cuma karena
kaktus kau jadi begini?”
Yamada mendongak, matanya sembab. “Aku butuh Sabonen... aku butuh teman
untuk menemaniku tidur! Tidak boleh pelihara hewan di apartemenku, sebagai
gantinya aku pelihara tanaman tapi aku tidak menyangka dia mati secepat itu,
padahal sebentar lagi berbunga..”
“Ryosuke—“
“Aku tidak mau dia mati...”
“Ryosuke...”
“Sabonen...”
“Ryosuke dengar, aku masih hidup. Kalau kau menganggap kaktus itu aku untuk
menemani kau tidur, maka mulai hari ini aku akan tidur di apartemenmu sebagai
ganti kaktusmu yang mati!”
Yamada langsung melotot. Otaknya berpikir cepat sampai ia merasa tak ada
salahnya membiarkan Chinen menginap. Lagipula, kekasihnya itu benar. Ia masih
hidup.
.
Indah
Dulu saat masih kelas 1 SMA, teman sekelas Yamada, Kamiki Ryunosuke pernah
bertanya. “Sesuatu yang indah itu apa ya? Mirai ingin sesuatu yang indah untuk
ulang tahunnya nanti.”
Tapi Yamada tak bisa langsung menjawab, ia butuh waktu berhari-hari demi menemukan
jawaban ‘indah’ baru bisa membantu Kamiki memberikan kado romantis untuk
pacarnya.
Sampai kemudian Yamada memperhatikan sosok yang duduk didepan bangkunya.
Memperhatikan dari pagi hingga pulang sekolah. Lalu dia berteriak pada Kamiki.
“AKU TAHU APA YANG INDAH!”
Kamiki yang baru membereskan peralatan tulisnya segera meluncur ke meja
Yamada. “Sstt!! Jangan kencang-kencang, bodoh! Ini untuk kejutan Mirai!”
“Tapi aku sudah menemukan jawabannya! Benar-benar sesuatu yang indah!”
“Memang apa??”
“MATA! Bola mata! Bulu mata! Lipatan mata! Pokoknya matanya indah!”
Rahang Kamiki langsung jatuh. Yamada tak ambil pusing dengan reaksi
temannya dan ia kembali berseru, “MATA CHINEN YURI SANGAT INDAH!”
Kelas yang belum teralalu sepi itu seketika ramai dengan seruan
“Heeeeeeeee”, sementara pemilik nama yang dicetus Yamada mematung di pintu
keluar saat hendak meninggalkan kelas bersama Yuto.
.
Niat
Ada dua kalimat yang pantang diucapkan untuk Yamada Ryosuke. Pertama,
pendek. Kedua, gendut. Tapi Chinen Yuri alias kekasih si center itu bisa dengan gamblangnya berkata, “Ryosuke, kau gendutan.”
hingga membuat mata Yamada membola.
CRAKK!
Terdengar remukan gelas plastik yang dipakai Yamada, ia berucap pelan
dengan nada horor. “Apa kau bilang, Sayang?”
“Ryosuke gendutan.”
Member lain serempak menepuk jidat.
“Baiklah.. mulai sekarang aku akan diet!” Seru Yamada dengan alis menukik,
kemudian menatap intens kekasihnya. “Aku tidak akan mentraktirmu dulu untuk
melancarkan progam dietku!”
Serta merta Chinen mengerang. “Jangan dong! Aku bohong kok. Ryosuke berisi,
berotot, kekar, bukan gendut.”
“.....”
“Ryosuke tinggi, cantik—eh ganteng, berwibawa, nggak gendut!” ucap Chinen
lagi, ia bergegas gelayutan di lengan Ryosukenya. “Traktir aku lagi~”
Yamada mendengus. Tapi ia punya intuisi untuk selalu mengiyakan apapun yang
Chinen katakan. Mau tidak mau ia mengesah, “baiklah... aku traktir.”
“Yah, gagal deh niat dietnya.” Kata Yuya disertai keluhan. “Padahal mau
ikutan diet juga.”
.
Enak
Yamada mengajak Chinen dan Dai-chan untuk berkunjung ke apartemennya.
Center JUMP itu sudah lama punya hobi memasak sehingga hari ini saat tak ada
jadwal kerja ia ingin bereksperimen terhadap masakan dan sang kekasih serta
teman dekatnyalah yang harus mencicipi.
“Ini enak!” seru Chinen saat mengunyah chicken blackpepper. “Tak terlalu
pedas tapi masih cukup pedas.”
“Ramen katsunya juga enak.” Kali ini Dai-chan yang menilai. “Dagingnya
matang sempurna!”
“Pudingnya juga enak! Ada fla dari stoberi asli!” Chinen kembali berseru yang langsung disambar Dai-chan. “Pankek selai matcha ini tak kalah lezat! Kau berbakat jadi koki, Yama-chan!”
Yamada tersenyum puas mendengar kedua orang itu menilai bagus masakannya.
“Kalau aku pensiun jadi idol, aku akan buat rumah makan kalau begitu.”
Dai-chan tertawa puas. Chinen justru menatap kekasihnya dengan bingung,
“Ryosuke nggak nyobain masakan sendiri?”
“Ah, nggak. Aku tahu kalau akan enak kok hehe.. lagipula sekarang aku mau makan yang lebih enak dari ini,”
“Ha? Apa tuh?” Dai-chan bertanya, “masih ada makanan lain? Wah bagi-bagi
jangan makan sendiri!”
“Tidak bisa, yang itu cuma boleh kumakan sendiri..” Yamada tersenyum usil.
“Soalnya makanannya kan ini,“
Dai-chan memekik kaget saat tiba-tiba Yamada mencium bibir Chinen penuh
hasrat. Hanya beberapa detik tapi Dai-chan belum bisa menghembuskan nafasnya
sampai Yamada menjilat bibir atasnya sendiri, “Itu makananku yang paling enak.
Nggak boleh dibagi-bagi!”
Chinen hanya tertawa senang, sementara Dai-chan memutuskan untuk pulang.
.
Nama
Akan ada program radio untuk kedua member Hey!Say!JUMP yang paling laris
akhir-akhir ini.
“Yamada dan Chinen yang jadi penyiarnya.” Kata pak produser. Chinen lantas
bersemangat dan Yamada hanya bisa girang dalam hati lantaran gengsi.
“Dibutuhkan nama untuk kombinasi kalian, nanti putuskan sendiri ya.” Ujar
produser lagi lalu meninggalkan mereka berdua. Hingga siaran perdana dimulai,
Yamada dan Chinen membukanya dengan mempertanyakan nama.
“Bagusnya apa ya?” tanya Chinen.
Yamada dengan wajah serius menatap rekan disampingnya, kemudian berujar
pelan. “Bagaimana
kalau YamaYu? Yamada Yuri?”
Seketika Chinen merasa bising, namun yang bisa ia dengar berkali-kali
hanyalah ‘Yamada Yuri’ dengan nada yang begitu manly.
“Hei,”
“...”
“Chinen! Bagaimana menurutmu?”
“A-ah...” si mungil lantas tersadar, ia menggeleng kuat. “Ter-terlalu
akrab! Aku jadi seperti keluargamu! YamaChii saja!”
“Oh oke, YamaChii.”
Hingga delapan tahun waktu berlalu, Chinen tidak akan lupa kejadian di ruang
siaran UMP HS7 ketika Yamada menyebut ‘Yamada Yuri’.
.
Ya
Yamada selalu berkata ‘Ya’ untuk semua permintaan Chinen. Selalu.
Tapi ada satu yang dengan tegas ia katakan tidak saat kekasihnya itu meminta.
Bukan, bukan soal laki-laki lain seperti ini;
“Ryosuke, aku boleh pergi main sama
Taishi-kun dan Nomura-kun?”
“Ya boleh. Kasih tahu alamatnya
dimana nanti aku jemput.”
Atau bermanja dengan senpai seperti ini;
“Ryosuke, aku mau kencan dengan
Ohno-kun ya?”
“Iya iya.. Jangan lama-lama
kencannya!”
Atau meminta dibawakan sushi tengah
malam ke apatonya.
“Sekalian bawain ramen dan karage
ya!”
“Iya iya..!!”
Kalimat “tidak” hanya diucap Yamada ketika Chinen meminta; “Ryosuke, aku
boleh coba jadi seme? Sehari saja...”
“TIDAK!”
.
Ujian
Chinen selalu bisa menghadapi ujian sebaik mungkin. Entah itu dibidang olahraga,
akademik, bahkan dibidang senipun ia masih bisa mengusahakan nilai bagus dengan menari.
Tapi ia merasa gagal pada satu ujian tertentu. Ujian itu bahkan tak bisa diselesaikan
dengan rumus yang membingungkan atau bacaan yang panjang.
“Chinen....” member lain mengiba ketika Chinen menghadapi ujiannya.
“Kenapa??? Kenapa harus Ryosuke?!”
“Shh.. sabar, Chinen...” Dai-chan mendekat, menghibur si bungsu itu dengan
merangkulnya.
“Hiks... Ryosuke...”
“Iya.. yang sabar ya, Chii..”
“Harusnya aku saja!! Aku saja!!” Chinen mulai merengek.
“Chinen... kau pasti bisa melewati ujian ini. Hidup tidak harus selalu
enak, Chii.. nanti akan ad—“
“AKU NGGAK TERIMA! AKU NGGAK TERIMA KENAPA RYOSUKE YANG MAIN MOVIE BERDUA
BARENG OHNO-KUN!!! PADAHAL AKU SUDAH MEMIMPIKAN KERJA DENGAN OHNO-KUN DARI
LAMA!! HWAAA~!!” tangis Chinen pecah di pelukan Yuya yang dari awal hanya
meringis canggung. Keito yang tak selesai berbicara hanya mengesah pasrah lalu
melapor pada Yamada.
‘Yama-chan, Chinen sangat cemburu denganmu sekarang’.
.
Romantis
Yuma pernah bertanya. “Apa Chinen bisa romantis?”
Yamada tertawa mendengar itu dan dengan cepat ia menggeleng. “Kalaupun mau
menggombal nadanya aneh. Malah terdengar
lucu. Aku nonton Sprout saja ketawa haha..”
“Jadi selama ini hanya kau yang selalu bersikap romantis padanya?” tanya
Yuma lagi. Kembali Yamada menggeleng.
“Ada sih yang menurutku romantis dari dia.”
“Ha?? Apa?”
Yamada kemudian bercerita.
Hari itu, ia sedang mendapat tekanan dari para petinggi agensi dan hatersnya. Di tempat kerja ia juga susah
bergaul. Mungkin karena Yamada memiliki perasaan yang sensitif sehingga
bercanda yang kelewatan selalu membuatnya muak tapi ia sadar ia belum apa-apa
saat itu.
“Yuri...”
Dan Yamada hanya bisa menelpon Yuri-nya. Ditelpon ia hanya memanggil nama
‘Yuri’ berkali-kali hingga Chinen langsung datang ke apartemen Yamada dan
menemukan kekasihnya itu dalam keadaan tidak baik dengan mata yang bengkak
karena menahan tangis.
Chinen lantas duduk disamping Yamada, ia lalu menarik kepala pemuda
kesayangannya itu untuk rebahan dipundaknya. Cukup lama disana sebelum merosot
ke paha.
Yamada menangis. Chinen bergeming. Tanpa banyak bicara, tanpa gerakan
mengusap kepala atau apapun. Pemuda mungil itu hanya duduk diam dan masih setia meminjamkan pahanya
sampai kemudian Yamada merasa ada air lain yang menetes di pipinya.
Ya, air mata Chinen.
.
ILY
“Yuri, ayo kita foto!” Ajak Yamada. Saat itu mereka sedang menikmati kencan
di Sapporo pada akhir November. “Hari ini hari spesialmu jadi harus
diabadikan~”
“Iya, ayo!” pemuda mungil yang sedang memotret sekelilingnya langsung
melompat kepelukan Yamada sebelum akhirnya sang center memencet tombol kamera.
“Makasih kado jalan-jalannya~”
“Hm~ Mau berapa kali nanti?”
“Terserah Ryosuke~ tapi jangan main kasar..” Chinen meringis yang dibalas
anggukan Yamada. “Tentu. Nah, ayo kita kembali ke hotel.”
.
Sampai beberapa hari kemudian, majalah Myojo terbaru terbit. Chinen baru
hendak membacanya di apartemen setelah kerjaannya selesai dan setelah makan
malam dengan kekasihnya di restoran ayahnya.
Langsung saja, si mungil itu membuka rubrik Think Note yang ditulis Yamada. Dan ia tidak menyangka kalau di
sana menampilkan foto selfienya dengan sang kekasih di kota Sapporo beberapa
minggu yang lalu berserta tulisan tangan;
Selamat Ulang Tahun
Watashi no Chinen Yuri
Semoga dunia selalu berbahagia dengan kehadiranmu
Semoga selalu menjadi teman hidup yang menyenangkan dan idola yang
menyilaukan
Salam cinta dari idola yang pernah kau panggil babi.
ILY.
山田 涼介
Chinen tertawa lepas dengan air asin yang jatuh setetes. Ia lantas menelpon
kekasihnya.
“Ya?”
“Aku bukan memanggilmu babi.”
“Apa?”
“Aku memanggilmu kudanil waktu itu.”
Disebrang sana, Yamada tertawa. Tapi kemudian suara Chinen kembali mengalun.
“I Love You too.”
THE END
A/N :
*Cerewet diangkat dari kenyataan bahwa Yamada tidak suka melihat dada
Chinen terlihat untuk umum, dia langsung menyindir chinen pada Itadaki episode
pertama.
*Hidup diangkat dari kenyataan saat Yamada sedih kehilangan kaktusnya yang
mati, sangking stressnya si kaktus mati dia sampai salah masuk toko yang
harusnya ke toko tanaman hias malah ke bar. Dan semua fans tahu bahwa Chinen
adalah perlambang kaktus.
*Indah diangkat dari kenyataan saat Yamada bilang bahwa bagian tubuh yang
ia suka dari Chinen itu bulu matanya yang lentik dan indah. Pokoknya daerah
matanya Chinen.
*Nama diangkat dari kenyataan saat 2008 yamachii sering menyiarkan radio
hs7 bareng dan mereka membuat nama kombi mereka sendiri. Dan yama mengusulkan
lebih dulu YamaYu tapi kemudian Chinen bilang kalau YamaChii aja nama kombinya.
*Enak bukan canon, ini murni ide dan delusi saya sendiri, tapi kalau
ditilik dari berbagai fakta bahwa Yamada selalu mencium Chinen di privat lebih
dari 10k kali pasti nggak aneh kalau Yama main asal nyium chinen. Tak peduli
ada dai-chan, wong dengan yuma aja yama bisa puas mesraan sama chinen.
*Niat diangkat dari kenyataan bahwa Chinen sering protes dengan Yama yang
gendutan dan itu dibeberkan di sebuah wawancara dengan ZIP sampai akhirnya
Yamada ngambek dan bertekad untuk diet.
*Ya diangkat dari kenyataan bahwa Yamada tidak bisa tidak memanjakan
Chinen. ia bilang selalu mengiyakan apapun yang Chinen inginkan nemun endingnya
yang Chii minta jadi seme itu murni ide sendiri. Tapi yakali Yama diukein Chii.
Pasti yama ogahlah haha
*Ujian diangkat dari kenyataan pada 2013 (kayaknya) saat yamada main muvi
dengan ohno. Chinen sampai galau dan sedih kenapa bukan dia yang diajak main
bareng.
*Romantis diangkat dari kenyataan saat yama sedang banyak masalah, chinen
menemaninya tanpa banyak bicara dan chinen ikut menangis bersamanya tanpa
yamada cerita apa itu masalahnya. Bukti bahwa Chinen ikut merasakan apa yang
kekasihnya rasakan ea wkwkw
*ILY ini murni ide saya. SAYA NGAREP BANGET YAMADA NULIS BEGITU DI THINK
NOTE NYA EDISI CHINEN ULTAH. PAKE EMOT LOPE-LOPE GITU www ide ILY ini saya
dapet dari pak Emil yang memposting puisi singkat untuk isterinya yang sedang
ulangtahun di instagram.
MAKASIH YANG UDAH BACA!! Cuma ini yang bisa saya kasih buat neng Yuri. Ya saya mah apa. fans gembel yang apa-apa masih minta orang tua. ga pantes buat minta ini-itu cuma buat ngidol dan bahkan si idol ga tau kita ngelakukuin itu buat dia :" Tapi saya percaya, Yamada Ryosuke benar-benar nyiapin kado special buat Chinen. Tunggu saja fanrepnya~ ohoho... sekali lagi, Selamat Ulang Tahun, Chinen Yuri!



0 komentar:
Posting Komentar