Selasa, 29 November 2016

C.H.I.N.E.N Y.U.R.I

Diposting oleh Kiwokchwan di 21.49
Judul : nama belahan jiwanya Yamada Ryosuke

Author : Kiwok

Pair : YamaChii for pleasure seekers

Genre : Drable, romance, comedy, semi!canon

Summary: Karena di setiap huruf yang merangkai nama kekasih Yamada, terselip cerita cinta sederhana yang bermakna.

SELAMAT ULANG TAHUN, CHINEN YURIIIIIIIIIII!!!


.

.

.

.
Cerewet

“YURI!! Dadamu kelihatan!” tegur Yamada saat Chinen menunduk dihadapan anak-anak 7 untuk memperlihatkan skor game di HPnya. Tapi yang ditegur tak mengindahkan dan masih asik memaparkan gadget yang ia bawa. 

“Yuri! Kau harus pakai kaus dalam!”

Chinen merutuk kesal dan langsung melotot pada Ryosuke-nya. “Kenapa sih? Yutti dan Keito nggak akan terpengaruh kok!”

“Sayangnya iya, Chii..” sambar Keito kemudian. Yuto hanya diam dengan pipi kemerahan. Serta merta Yamada mengerang.

“YURI! PAKAI KAOS DALAM SEKARANG DAN GANTI BAJUMU JANGAN PAKAI KAOS V-NECK!”

“Tapi—“

“SEKARANG ATAU AKU YANG MENYERETMU UNTUK GANTI BAJU!?” Seruan yang kedua sukses membuat Chinen lari ke ruang ganti dengan wajah yang super merah. “Ryosuke, cerewet!!”

.

Hidup

“Ryosuke kenapa sih?” Tanya Chinen pada Keito. Ia melihat kekasihnya dari tadi tidak semangat latihan dan terlalu dipaksakan saat disuruh senyum untuk pemotretan.

“Bukannya dia sudah cerita? Kaktusnya kemarin kering dan tadi pagi mati.” Jawab Keito pelan. “Terus tadi saat berangkat ke pemotretan dia nyari-nyari kaktus sampai salah masuk ke bar.”

Chinen mengedipkan matanya dengan cepat kemudian menghampiri sang kekasih yang masih bermuram durja. “Ryosuke... ayolah yang semangat! Masa cuma karena kaktus kau jadi begini?”

Yamada mendongak, matanya sembab. “Aku butuh Sabonen... aku butuh teman untuk menemaniku tidur! Tidak boleh pelihara hewan di apartemenku, sebagai gantinya aku pelihara tanaman tapi aku tidak menyangka dia mati secepat itu, padahal sebentar lagi berbunga..”

“Ryosuke—“

“Aku tidak mau dia mati...”

“Ryosuke...”

“Sabonen...”

“Ryosuke dengar, aku masih hidup. Kalau kau menganggap kaktus itu aku untuk menemani kau tidur, maka mulai hari ini aku akan tidur di apartemenmu sebagai ganti kaktusmu yang mati!”

Yamada langsung melotot. Otaknya berpikir cepat sampai ia merasa tak ada salahnya membiarkan Chinen menginap. Lagipula, kekasihnya itu benar. Ia masih hidup.

.

Indah

Dulu saat masih kelas 1 SMA, teman sekelas Yamada, Kamiki Ryunosuke pernah bertanya. “Sesuatu yang indah itu apa ya? Mirai ingin sesuatu yang indah untuk ulang tahunnya nanti.”

Tapi Yamada tak bisa langsung menjawab, ia butuh waktu berhari-hari demi menemukan jawaban ‘indah’ baru bisa membantu Kamiki memberikan kado romantis untuk pacarnya.

Sampai kemudian Yamada memperhatikan sosok yang duduk didepan bangkunya. Memperhatikan dari pagi hingga pulang sekolah. Lalu dia berteriak pada Kamiki. “AKU TAHU APA YANG INDAH!”

Kamiki yang baru membereskan peralatan tulisnya segera meluncur ke meja Yamada. “Sstt!! Jangan kencang-kencang, bodoh! Ini untuk kejutan Mirai!”

“Tapi aku sudah menemukan jawabannya! Benar-benar sesuatu yang indah!”

“Memang apa??”

“MATA! Bola mata! Bulu mata! Lipatan mata! Pokoknya matanya indah!”

Rahang Kamiki langsung jatuh. Yamada tak ambil pusing dengan reaksi temannya dan ia kembali berseru, “MATA CHINEN YURI SANGAT INDAH!”

Kelas yang belum teralalu sepi itu seketika ramai dengan seruan “Heeeeeeeee”, sementara pemilik nama yang dicetus Yamada mematung di pintu keluar saat hendak meninggalkan kelas bersama Yuto.

.

Niat

Ada dua kalimat yang pantang diucapkan untuk Yamada Ryosuke. Pertama, pendek. Kedua, gendut. Tapi Chinen Yuri alias kekasih si center itu bisa dengan gamblangnya berkata, “Ryosuke, kau gendutan.” hingga membuat mata Yamada membola.

CRAKK!

Terdengar remukan gelas plastik yang dipakai Yamada, ia berucap pelan dengan nada horor. “Apa kau bilang, Sayang?”

“Ryosuke gendutan.”

Member lain serempak menepuk jidat.

“Baiklah.. mulai sekarang aku akan diet!” Seru Yamada dengan alis menukik, kemudian menatap intens kekasihnya. “Aku tidak akan mentraktirmu dulu untuk melancarkan progam dietku!”

Serta merta Chinen mengerang. “Jangan dong! Aku bohong kok. Ryosuke berisi, berotot, kekar, bukan gendut.”

“.....”

“Ryosuke tinggi, cantik—eh ganteng, berwibawa, nggak gendut!” ucap Chinen lagi, ia bergegas gelayutan di lengan Ryosukenya. “Traktir aku lagi~”

Yamada mendengus. Tapi ia punya intuisi untuk selalu mengiyakan apapun yang Chinen katakan. Mau tidak mau ia mengesah, “baiklah... aku traktir.”

“Yah, gagal deh niat dietnya.” Kata Yuya disertai keluhan. “Padahal mau ikutan diet juga.”

.

Enak

Yamada mengajak Chinen dan Dai-chan untuk berkunjung ke apartemennya. Center JUMP itu sudah lama punya hobi memasak sehingga hari ini saat tak ada jadwal kerja ia ingin bereksperimen terhadap masakan dan sang kekasih serta teman dekatnyalah yang harus mencicipi.

“Ini enak!” seru Chinen saat mengunyah chicken blackpepper. “Tak terlalu pedas tapi masih cukup pedas.”

“Ramen katsunya juga enak.” Kali ini Dai-chan yang menilai. “Dagingnya matang sempurna!”

“Pudingnya juga enak! Ada fla dari stoberi asli!” Chinen kembali berseru yang langsung disambar Dai-chan. “Pankek selai matcha ini tak kalah lezat! Kau berbakat jadi koki, Yama-chan!”

Yamada tersenyum puas mendengar kedua orang itu menilai bagus masakannya. “Kalau aku pensiun jadi idol, aku akan buat rumah makan kalau begitu.”

Dai-chan tertawa puas. Chinen justru menatap kekasihnya dengan bingung, “Ryosuke nggak nyobain masakan sendiri?”

“Ah, nggak. Aku tahu kalau akan enak kok hehe.. lagipula sekarang aku mau makan yang lebih enak dari ini,”

“Ha? Apa tuh?” Dai-chan bertanya, “masih ada makanan lain? Wah bagi-bagi jangan makan sendiri!”

“Tidak bisa, yang itu cuma boleh kumakan sendiri..” Yamada tersenyum usil. “Soalnya makanannya kan ini,“

Dai-chan memekik kaget saat tiba-tiba Yamada mencium bibir Chinen penuh hasrat. Hanya beberapa detik tapi Dai-chan belum bisa menghembuskan nafasnya sampai Yamada menjilat bibir atasnya sendiri, “Itu makananku yang paling enak. Nggak boleh dibagi-bagi!”

Chinen hanya tertawa senang, sementara Dai-chan memutuskan untuk pulang.

.

Nama

Akan ada program radio untuk kedua member Hey!Say!JUMP yang paling laris akhir-akhir ini.

“Yamada dan Chinen yang jadi penyiarnya.” Kata pak produser. Chinen lantas bersemangat dan Yamada hanya bisa girang dalam hati lantaran gengsi.

“Dibutuhkan nama untuk kombinasi kalian, nanti putuskan sendiri ya.” Ujar produser lagi lalu meninggalkan mereka berdua. Hingga siaran perdana dimulai, Yamada dan Chinen membukanya dengan mempertanyakan nama.

“Bagusnya apa ya?”  tanya Chinen. Yamada dengan wajah serius menatap rekan disampingnya, kemudian berujar pelan. “Bagaimana kalau YamaYu? Yamada Yuri?”

Seketika Chinen merasa bising, namun yang bisa ia dengar berkali-kali hanyalah ‘Yamada Yuri’ dengan nada yang begitu manly.

“Hei,”

“...”

“Chinen! Bagaimana menurutmu?”

“A-ah...” si mungil lantas tersadar, ia menggeleng kuat. “Ter-terlalu akrab! Aku jadi seperti keluargamu! YamaChii saja!”

“Oh oke, YamaChii.”

Hingga delapan tahun waktu berlalu, Chinen tidak akan lupa kejadian di ruang siaran UMP HS7 ketika Yamada menyebut ‘Yamada Yuri’.

.

Ya

Yamada selalu berkata ‘Ya’ untuk semua permintaan Chinen. Selalu. Tapi ada satu yang dengan tegas ia katakan tidak saat kekasihnya itu meminta.

Bukan, bukan soal laki-laki lain seperti ini;

“Ryosuke, aku boleh pergi main sama Taishi-kun dan Nomura-kun?”

“Ya boleh. Kasih tahu alamatnya dimana nanti aku jemput.”

Atau bermanja dengan senpai seperti ini;

“Ryosuke, aku mau kencan dengan Ohno-kun ya?”

“Iya iya.. Jangan lama-lama kencannya!”

Atau  meminta dibawakan sushi tengah malam ke apatonya.

“Sekalian bawain ramen dan karage ya!”

“Iya iya..!!”

Kalimat “tidak” hanya diucap Yamada ketika Chinen meminta; “Ryosuke, aku boleh coba jadi seme? Sehari saja...”

“TIDAK!”

.

Ujian

Chinen selalu bisa menghadapi ujian sebaik mungkin. Entah itu dibidang olahraga, akademik, bahkan dibidang senipun ia masih bisa mengusahakan nilai bagus dengan menari. Tapi ia merasa gagal pada satu ujian tertentu. Ujian itu bahkan tak bisa diselesaikan dengan rumus yang membingungkan atau bacaan yang panjang.

“Chinen....” member lain mengiba ketika Chinen menghadapi ujiannya.

“Kenapa??? Kenapa harus Ryosuke?!”

“Shh.. sabar, Chinen...” Dai-chan mendekat, menghibur si bungsu itu dengan merangkulnya.

“Hiks... Ryosuke...”

“Iya.. yang sabar ya, Chii..”

“Harusnya aku saja!! Aku saja!!” Chinen mulai merengek.

“Chinen... kau pasti bisa melewati ujian ini. Hidup tidak harus selalu enak, Chii.. nanti akan ad—“

“AKU NGGAK TERIMA! AKU NGGAK TERIMA KENAPA RYOSUKE YANG MAIN MOVIE BERDUA BARENG OHNO-KUN!!! PADAHAL AKU SUDAH MEMIMPIKAN KERJA DENGAN OHNO-KUN DARI LAMA!! HWAAA~!!” tangis Chinen pecah di pelukan Yuya yang dari awal hanya meringis canggung. Keito yang tak selesai berbicara hanya mengesah pasrah lalu melapor pada Yamada.

‘Yama-chan, Chinen sangat cemburu denganmu sekarang’.

.

Romantis

Yuma pernah bertanya. “Apa Chinen bisa romantis?”

Yamada tertawa mendengar itu dan dengan cepat ia menggeleng. “Kalaupun mau menggombal  nadanya aneh. Malah terdengar lucu. Aku nonton Sprout saja ketawa haha..”

“Jadi selama ini hanya kau yang selalu bersikap romantis padanya?” tanya Yuma lagi. Kembali Yamada menggeleng.

“Ada sih yang menurutku romantis dari dia.”

“Ha?? Apa?”

Yamada kemudian bercerita.

Hari itu, ia sedang mendapat tekanan dari para petinggi agensi dan hatersnya. Di tempat kerja ia juga susah bergaul. Mungkin karena Yamada memiliki perasaan yang sensitif sehingga bercanda yang kelewatan selalu membuatnya muak tapi ia sadar ia belum apa-apa saat itu.

“Yuri...”

Dan Yamada hanya bisa menelpon Yuri-nya. Ditelpon ia hanya memanggil nama ‘Yuri’ berkali-kali hingga Chinen langsung datang ke apartemen Yamada dan menemukan kekasihnya itu dalam keadaan tidak baik dengan mata yang bengkak karena menahan tangis.

Chinen lantas duduk disamping Yamada, ia lalu menarik kepala pemuda kesayangannya itu untuk rebahan dipundaknya. Cukup lama disana sebelum merosot ke paha.

Yamada menangis. Chinen bergeming. Tanpa banyak bicara, tanpa gerakan mengusap kepala atau apapun. Pemuda mungil itu hanya duduk diam dan masih setia meminjamkan pahanya sampai kemudian Yamada merasa ada air lain yang menetes di pipinya.

Ya, air mata Chinen.
 .

ILY

“Yuri, ayo kita foto!” Ajak Yamada. Saat itu mereka sedang menikmati kencan di Sapporo pada akhir November. “Hari ini hari spesialmu jadi harus diabadikan~”

“Iya, ayo!” pemuda mungil yang sedang memotret sekelilingnya langsung melompat kepelukan Yamada sebelum akhirnya sang center memencet tombol kamera.

“Makasih kado jalan-jalannya~”

“Hm~ Mau berapa kali nanti?”

“Terserah Ryosuke~ tapi jangan main kasar..” Chinen meringis yang dibalas anggukan Yamada. “Tentu. Nah, ayo kita kembali ke hotel.”

.

Sampai beberapa hari kemudian, majalah Myojo terbaru terbit. Chinen baru hendak membacanya di apartemen setelah kerjaannya selesai dan setelah makan malam dengan kekasihnya di restoran ayahnya.

Langsung saja, si mungil itu membuka rubrik Think Note yang ditulis Yamada. Dan ia tidak menyangka kalau di sana menampilkan foto selfienya dengan sang kekasih di kota Sapporo beberapa minggu yang lalu berserta tulisan tangan;

Selamat Ulang Tahun

Watashi no Chinen Yuri

Semoga dunia selalu berbahagia dengan kehadiranmu

Semoga selalu menjadi teman hidup yang menyenangkan dan idola yang menyilaukan

Salam cinta dari idola yang pernah kau panggil babi.

ILY.
山田 涼介

Chinen tertawa lepas dengan air asin yang jatuh setetes. Ia lantas menelpon kekasihnya.

“Ya?”

“Aku bukan memanggilmu babi.”

“Apa?”

“Aku memanggilmu kudanil waktu itu.”

Disebrang sana, Yamada tertawa. Tapi kemudian suara Chinen kembali mengalun.

“I Love You too.”

THE END


 A/N :

*Cerewet diangkat dari kenyataan bahwa Yamada tidak suka melihat dada Chinen terlihat untuk umum, dia langsung menyindir chinen pada Itadaki episode pertama.

*Hidup diangkat dari kenyataan saat Yamada sedih kehilangan kaktusnya yang mati, sangking stressnya si kaktus mati dia sampai salah masuk toko yang harusnya ke toko tanaman hias malah ke bar. Dan semua fans tahu bahwa Chinen adalah perlambang kaktus.

*Indah diangkat dari kenyataan saat Yamada bilang bahwa bagian tubuh yang ia suka dari Chinen itu bulu matanya yang lentik dan indah. Pokoknya daerah matanya Chinen.

*Nama diangkat dari kenyataan saat 2008 yamachii sering menyiarkan radio hs7 bareng dan mereka membuat nama kombi mereka sendiri. Dan yama mengusulkan lebih dulu YamaYu tapi kemudian Chinen bilang kalau YamaChii aja nama kombinya.

*Enak bukan canon, ini murni ide dan delusi saya sendiri, tapi kalau ditilik dari berbagai fakta bahwa Yamada selalu mencium Chinen di privat lebih dari 10k kali pasti nggak aneh kalau Yama main asal nyium chinen. Tak peduli ada dai-chan, wong dengan yuma aja yama bisa puas mesraan sama chinen.

*Niat diangkat dari kenyataan bahwa Chinen sering protes dengan Yama yang gendutan dan itu dibeberkan di sebuah wawancara dengan ZIP sampai akhirnya Yamada ngambek dan bertekad untuk diet.

*Ya diangkat dari kenyataan bahwa Yamada tidak bisa tidak memanjakan Chinen. ia bilang selalu mengiyakan apapun yang Chinen inginkan nemun endingnya yang Chii minta jadi seme itu murni ide sendiri. Tapi yakali Yama diukein Chii. Pasti yama ogahlah haha

*Ujian diangkat dari kenyataan pada 2013 (kayaknya) saat yamada main muvi dengan ohno. Chinen sampai galau dan sedih kenapa bukan dia yang diajak main bareng.

*Romantis diangkat dari kenyataan saat yama sedang banyak masalah, chinen menemaninya tanpa banyak bicara dan chinen ikut menangis bersamanya tanpa yamada cerita apa itu masalahnya. Bukti bahwa Chinen ikut merasakan apa yang kekasihnya rasakan ea wkwkw

*ILY ini murni ide saya. SAYA NGAREP BANGET YAMADA NULIS BEGITU DI THINK NOTE NYA EDISI CHINEN ULTAH. PAKE EMOT LOPE-LOPE GITU www ide ILY ini saya dapet dari pak Emil yang memposting puisi singkat untuk isterinya yang sedang ulangtahun di instagram.


MAKASIH YANG UDAH BACA!! Cuma ini yang bisa saya kasih buat neng Yuri. Ya saya mah apa. fans gembel yang apa-apa masih minta orang tua. ga pantes buat minta ini-itu cuma buat ngidol dan bahkan si idol ga tau kita ngelakukuin itu buat dia :" Tapi saya percaya, Yamada Ryosuke benar-benar nyiapin kado special buat Chinen. Tunggu saja fanrepnya~ ohoho... sekali lagi, Selamat Ulang Tahun, Chinen Yuri!

0 komentar:

Posting Komentar

 

Yurisuke's World Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review