Minggu, 08 Mei 2016

YamaChii Got Married!

Diposting oleh Kiwokchwan di 09.24
Judul : YamaChii Got Married


Pairing : RyoRi (Tidak ada YamaChii lagi karena Chinen sudah menjadi Yamada)

Author : Kiwok

Genre : Fluff, CANON, romance

Summary : “Sebelum hal yang buruk terjadi diantara kita, aku ingin mengikat hubungan kita terlebih dulu. Ikatan yang lebih erat dan pasti. Serta suci. Yuri, menikahlah denganku!”

Douzo!
.
.
.
.


Yamada Ryosuke bukan pemuda yang ragu disetiap keputusan. Sebagai pemuda Jepang sejati, ia akan selalu mengikuti kata hati sekalipun itu terhambat oleh pekerjaannya yang sebagai idola. Sebenarnya saat ini ada satu keinginan kuat di diri pemuda itu yang sangat ingin ia laksanakan. Tidak mudah, jelas. Karena sekali lagi pekerjaannya selalu menyusahkannya melakukan tindakan yang ia inginkan. Padahal dunia saja sudah melegalkan.

Kini Yamada sedang duduk di sebuah kafe elit kawasan Saitama. Ia menyamar, tentu saja. Bersama seorang rekan.

“Dia... tidak memaksa kita lagi?” tanya sang rekan dengan pandangan tak percaya. Yamada memberi anggukan simpel sebagai respon. Untuk sebuah info, ‘Dia’ yang dimaksud adalah ‘Julie Kitagawa’ sang wakil pemimpin Johnny’s Entertainmet.

“Bagus bukan? Akhirnya kita tidak perlu terlalu berpura-pura. Aku sudah sangat muak dengan itu.”

“Kau pikir hanya kau yang muak?”

Yamada tertawa. “Oh ayolah, Yuto. Kita sama-sama muak.”

“Benar. Saking muaknya, tiap habis melakukan skinship denganmu aku seperti mendapat kutukan.”

Sialan. Rutuk Yamada dalam hati, namun bibirnya masih menyunggingkan senyum. “Ada untungnya juga dia bertengkar dengan I-san.”

Nakajima Yuto, rekan yang dimaksud Yamada langsung paham. Mereka sedang di tempat umum karenanya Yamada menggunakan singkatan ‘I’ untuk Ijima.

“Ya. Setidaknya dia tidak lagi terlalu memaksa atau memata-matai kita di privat. Tapi bila di publik kita masih harus—“

“Aku tahu.” Sela Yamada dengan tenang. Ia menyesap kopinya dahulu sebelum melanjutkan. “Kita dibayar untuk itu, ingat? YamaJima tetap harus di suguhkan di publik. Tapi aku rasa kau sudah mengerti permainan kita.”

“Sangat mengerti.” Disahut dengan pasti.

Saa..Yama-chan, apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan? Aku sedang sibuk asal kau tahu.” Yuto menatap Yamada dengan raut menuntut. Yamada mendengus sinis. “Sibuk ya? Selamat kau bisa sibuk.”

Hening untuk seperkian detik. Yuto tidak kunjung menyahut ucapan rekannya sehingga Yamada terkekeh ironi.

“Oh, maaf. Tidak bermaksud menyinggungmu. Aku juga sedang sibuk sebenarnya. Hanya ingin bicara itu ‘kok.”

“Jangan berbelit-belit. Aku tahu kau ingin berkata sesuatu.”

Lagi-lagi terkekeh ironi. Yamada sepertinya sangat menikmati bersitegang dengan member tertinggi itu. “Kau akan tahu nanti apa yang kuinginkan. Ja, aku pergi dulu. Semangat syuting dramanya!”

Yuto berdecih pelan ketika Yamada beranjak dari duduknya dan meninggalkan kafe elit sebagai tempat mengobrol mereka barusan. Pemuda tingggi itu tak ambil pusing dan ikut beranjak ke lokasi syutingnya.
=:=


“Moshi-moshi, Direktor-san?”

“Oh, Yamada-kun! Kenapa?”

“Apa konsep yang kuminta untuk syuting besok sudah terlaksanakan?”

“Ahaha.. kau bersemangat sekali. Ini kan hanya sebuah a—“

“Sudah atau belum?”

“Tentu saja sudah! Kau tidak perlu ngotot untuk itu. Semua sudah kita persiapkan dengan baik. Besok akan langsung syuting tanpa ada pemberitahuan dahulu terhadap member lain selain kau.”

Pemuda blonde yang sedang menelpon direktor Itadaki High Jump itu tersenyum puas. “Bagus. Jangan sampai mereka tahu sampai besok syuting dimulai. Terimakasih, Direktor-san.”

“Iya.. Iya..! ini edisi kusus untukmu ya. Karena kau telah membuat rating acara ini naik hahaha!”

“Tentu saja, aku ini Yamada Ryosuke.”

Setelah berbasa-basi sebentar, pemuda itu memutus sambungan telpon. Ia mendengus pelan seraya memasukan HPnya ke saku celana, lalu ia tersenyum lebar dan segera pulang ke apartemennya untuk merencanakan sesuatu.

=:=

Pukul 10.00 malam hari. Semua sudah tersusun rapih oleh Yamada di apartemen besarnya. Ia hanya perlu menelpon kekasihnya sekarang.

“Ryosukeeee~~ kau kemana saja ‘sih?! Aku SMS dan telpon nggak kau respon sama sekali!”

Yamada tersenyum geli mendengar rengekan kekasihnya.

“Omong-omong, aku lapar! Bawakan Ramen ke a—“

“Kau ke apartemenku sekarang.” Sela Yamada halus. Ia bisa mendengar penelponnya mendengus. “Aku sedang main game. Tanggung! Kau saja yang ke—“

“Ke apartemenku. Sekarang, Yuri.

“Ugh... kalau begitu jemput!”

“Tidak. Kau harus kesini sendiri.”

Chinen Yuri, kekasih Yamada itu—lagi-lagi mendengus. “Kenapa aku harus ke sana?”

“Karena kau rindu denganku.”

“Narsis!” Tawa Chinen terdengar merdu di telinga Yamada. Pemuda blonde itu mau tak mau ikut tertawa. “Yuri, Sayangku, aku punya kejutan untukmu. Ke apartemenku sekarang, oke? Aku tunggu.”

“Oh ya? Kau masak makanan enak untukku?” nada Chinen sangat ceria sekarang.

“Lebih dari masakan enak. Makanya ke apartemenku sekarang.”

“Baiklah! Aku disana sepuluh menit lagi!”

Tawa Yamada mengeras saat ia mendengar suara orang terburu-buru bangkit dari duduknya sebelum akhirnya sambungan terputus.

.

“Ryosuke..?”

Chinen memutuskan untuk langsung memasuki apartemen Yamada karena toh ia punya kunci dublikatnya.

“Ehh..!? Nani kore!?”

Pemuda mungil itu berkedip cepat saat baru memasuki apartemen kekasihnya. Terlihat banyak sekali karton merah berbentuk love yang disusun rapih untuk menuntun jalan. Chinen tertawa. “Ryosuke? Ada angin apa kau begini?”

Chinen berjalan mengikuti arah love yang tersusun. Apartemen Yamada berasa temaram karena lampunya diganti dengan lampion berbentuk love, juga apartemen itu sarat akan harum yang memabukan.

Melewati ruang makan, disana tersaji makanan nikmat yang semua adalah kesukaan Chinen. Ditambah, di meja makan itu terdapat lilin-lilin cantik yang juga berbentuk love. Chinen berhenti sejenak dan menyapu bibir atasnya dengan lidah. “Ryosuke? Aku boleh langsung makan? Lapar!”

Tak ada sahutan. Chinen mengesah sambil mengangkat bahunya. Ia lalu lanjut berjalan mengikuti arah kertas love.

Hingga akhirnya sampai di sebuh tempat, itu adalah kamar kekasihnya.

“Ryosu—“

Cetarr!

Kamar yang tadinya gelap berubah sangat benderang dengan Yamada berada di tengah-tengah area kamarnya, kedua tangannya berada di belakang.

Kalau bukan bunga, paling-paling cincin. Batin Chinen sambil terkekeh. “Ryosuke kena—“

Belum selesai berkata tiba-tiba terdengar instrumen merdu di sekeliling kamar Yamada. Chinen sangat mengenal instrumen itu dan sang kekasih kemudian bernyanyi menggunakan mik yang sebelumnya disembunyakan dibelakang tubuhnya.

“Ada hari dimana kau tak bersamaku, tetapi
Anyday, anytime, selalu....
You’re my love~
Laguku yang tertutup debu berpantulan di dinding
Bahkan sekarang membawa kenangan yang sempat memudar
My better days, better days with you~
*Everyday i smile for you
Ketika kau berada disampingku
Everyday i cry for you
Ketika kau menghilang dariku
Everyday i try for you
Meskipun aku takbisa menyentuhmu
Everynight i shine for you
Semuanya kulakukan hanya untukmu
Anything i do for you~
Everything is for you~
Anything i do for you~
Everything is for you~”

. . . . .

Chinen tercengang. Benar-benar tercengang. Apa maksud kekasihnya menyanyikan Just For You di.. di kamar yang sekarang malah terlihat seperti kafe-kafe romantis? Belum sempat ia memecahkan misteri apartemen kekasihnya yang terlihat sangat istimewa, ia malah dibuat sangat tercengang sekarang.

“Yuri, apa kau senang?”

Pertanyaan Yamada tak langsung dijawab. Chinen terlalu bingung. Antara bingung, takjub, terkesan, dan... sangat bahagia.

“Aku melakukan ini untukmu.” ucap Yamada dengan bangga. Wajah Chinen yang semula memerah hebat kini berangsur netral. Ia mulai menguasai dirinya. “Bu-buat apa?”

“Buatmu.”

“Ryosuke, aku serius...!”

“Aku juga serius.” Yamada terkekeh senang. Ia meletakan mik-nya pada meja kecil disana lalu menghampiri Chinen sekaligus memeluknya. “Apapun ku lakukan untukmu, Yuri. Apapun...”

“Ryosuke...”

Terharu. Itu satu kata simpel untuk Chinen sekarang.

“Ayo kita makan malam bersama. Aku sudah masak spesial untukmu.” Tuntun Yamada pada Chinen ke ruang makan.

.

Choooo Oishiiii~!”

Chinen tak bisa tak bahagia sekarang. Diberi kejutan romantis, lalu di masaki makanan lezat oleh kekasihnya. Ia langsung maklum kalau dari tadi pagi kekasihnya tak bisa di hubungi hingga larut karena merencanakan ini.

“Makan yang banyak. Aku tahu kalau tak ada aku, kau tak selera makan.” Kata Yamada seraya mengusap kepala Chinen. Si mungil itu tersenyum. “Kok tahu?”

“Tentu saja aku tahu. Kau kira berapa tahun aku mengenalmu?”

Chinen hanya tertawa renyah.

Setelah selesai makan makanan berat, Yamada menyediakan puding yang tadi juga dibuatnya untuk Chinen sebagai pencuci mulut. Chinen semakin bahagia ketika melihat puding itu tercetek dengan bentuk love dan berwarna merah muda. Pasti rasa stoberi!

“Ryosuke~~!! ini benar-benar romantis!” pujinya. Yamada menyeringai bangga. “Ohya? Kau suka?”

“Sangat!”

“Syukurlah~” member utama JUMP itu menghela napas lega. “Berarti yang kulakukan sekarang tidak sia-sia.”

“Kenapa harus sia-sia?”

“Yah, kupikir kau akan menyukai kejutan di sebuah kafe atau restoran mahal, atau di suatu tempat yang istimewa. Bukan di apartemen seperti ini.”

Chinen mendengus seraya meletakan garpu pudingnya. “Dengar ya. Aku suka apapun yang kau berikan padaku. Jangan berpikiran begitu!”

“Hehe.. iya-iya..”

“Kau buat ini sendiri?”

“Kau pikir?” Yamada tertawa. “Tidaklah! Aku minta bantuan party organizer untuk membuat ini. Kamar kedap suara juga. Aku memasang spiker disetiap sisinya dan instrumen Just For you akan terdengar setelah lampu di kamar dinyalakan. Itu otomatis, mereka yang membuatnya. Hanya makanan ini yang kubuat sendiri karena aku yakin denan kemampuan masakku.”

Penjelasan Yamada membuat Chinen kembali tercengang.

“Kita kan idola, kalau aku membuat seperti ini di tempat umum sekalipun itu ku pesan pribadi, pihak organizer atau pemilik tempatnya pasti akan bertanya-tanya kenapa Yamada Ryosuke membuat kejutan seperti ini untuk membernya sendiri. Tapi kalau di apartemen, mereka tidak akan bertanya lagi ketika kubilang ini untuk seseorang yang ku cintai.”

“Oh ya?” Alis Chinen terangkat satu. “Bagaimana kalau pihak organizer bertanya-tanya juga? kenapa Yamada Ryosuke membuat seperti ini di apartemennya?”

“Tentu tidak.” Telunjuk Yamada bergoyang ke kanan dan kiri. “Ketika membuat ini aku memakai masker pengganti wajah yang biasa dipakai syuting detektif. Jadi mereka tidak sadar aku ini Yamada Ryosuke dan ini adalah apartemenku ahaha... Aku mengaku sebagai Yamada Yurisuke.”

Chinen berdecak kagum. “Kau cerdas.”

“Kekasih siapa dulu?”

“Kekasihku!”

Mereka lalu tertawa bersama.

.

“Yuri...”

“Hmm...??”

Mereka berdua kini sedang duduk santai di sofa ruang tengah apartemen Yamada seraya menghirup aroma terapi dari lilin-lilin yang terpasang. Chinen menanti kalimat selanjutnya dari sang kekasih namun tak kunjung terlontar. “Kenapa, Ryosuke? Mau bermain?”

“Oh, kau mau bermain sekarang?”

“Aku sih terserah kau.”

Yamada tertawa. Ia lalu mendekap Chinen sangat erat. “Tidak. Aku tidak mau melakukan itu dulu sekarang.”

“Hmm.. lalu? Oh aku tidur disini ya.”

Yamada mengangguk. “Memang harus tidur disini.”

“Kau ingin bilang apa tadi?”

Posisi Yamada seketika berubah. Ia lantas menghadap Chinen lurus-lurus seraya matanya membikai sempurana wajah sang kekasih. “Chinen Yuri...”

“Ya?”

Sebelum hal yang buruk terjadi diantara kita, aku ingin mengikat hubungan kita terlebih dulu.”

Chinen mengerjap cepat. Ia kembali dibuat bingung. “Hal buruk apa? Kita kan sudah terikat sebagai kekasih.”

“Hal buruk ketika kita benar-benar tidak bisa bersama.”

Chinen langsung bungkam.

“Ibuku memang sayang dan cinta denganmu, tapi bulan lalu ketika dia ulang tahun, dia bilang padaku bahwa dia tetap tidak menerima hubungan kita. Dia memaksaku untuk memilih wanita yang akan membuatkannya cucu asli. Bukan dari adopsi.”

Raut mata Chinen berubah sendu. Ia ingin menghindari tatapan Ryosuke-nya namun pemuda blonde itu cepat-cepat menyuruh Chinen menatapnya kembali.

“Aku tahu itu menyebalkan. Padahal sebenarnya hubungan seperti kita sudah legal. Aku pun tidak peduli kalau imejku di publik nanti jelek asal bersamamu. Tapi aku tidak bisa mengecewakan orang tuaku. Kau pasti juga begitu kan?”

Chinen lalu mengangguk patah-patah. “Ayahku... juga tak terlalu suka hubungan kita. Kalau ibuku katanya terserah aku. Tapi waktu dia bilang terserah, ada raut kecewa di wajahnya.”

“Nah, karena itu...” Yamada mulai meraih kesepuluh jari Chinen, lalu menggenggamnya erat-erat. “Sebelum hal yang buruk terjadi diantara kita, aku ingin mengikat hubungan kita terlebih dulu. Ikatan yang lebih erat dan pasti. Serta suci. Kau mengerti ‘kan maksudku?”

Mulut si mungil yang semula terbuka lebar cepat-cepat ditutup. “Mak-maksudmu.. menikah?”

“Ya.”

“Tapi nanti—“

“Stt... semua sudah ku pikirkan matang-matang. Kau hanya perlu menjawab. Yuri, maukah kau menikah denganku?”

Mata Chinen melebar mendengar kalimat itu. Ia tak tahu harus jawab apa sekarang. Benar-benar terharu.

“Yuri.. sekali lagi aku bertanya, maukah kau menikah denganku?”

Chinen meneguk ludahnya sebelum akhirnya menjawab, “Ya. Aku mau.”

Yamada serta-merta langsung memeluk Chinen. Kemudian menciumnya banyak-banyak disemua bagian wajah Chinen. Si mungil itu terkekeh bahagia begitu juga kekasihnya.

“Tapi Ryosuke, kau melamarku tanpa.. cincin?”

Yamada berkedip jahil. “Kau akan mendapatkan cincinmu besok.”

“Eh? Kok besok?”

“Hehe.. sekarang kita tidur saja. Ayo!”

“E-eh.. tapi??”

“Ayo!”

Yamada langsung membopong Chinen ala bridal menuju kamarnya. Mereka lantas tidur bersama dengan nyenyak sampai besok pagi.

=:=

“HAH?!”

“MENIKAH?!”

“DEMI APA?!”

Itu tadi adalah reaksi paling heboh dari ketiga member Hey Say JUMP—Inoo, Daichan, dan Yuto—ketika direktor Itadaki High JUMP memberi tahu konsep syuting episode sekarang.

“Yamada dan Chinen?” Kali ini Yabu yang bertanya. Ia menatap member terpopuler-nya kemudian rautnya berubah paham. “Yama-chan, kau yang merencanakan ini?”

“Kalau iya kenapa?”

Dan lagi, reaksi heboh para member langsung menggema saat Yamada mencetus barusan. Chinen sudah memerah, tak hanya di wajah namun sekujur tubuhnya memerah dan terasa panas. Ia sangat malu. Apalagi konsep menikahnya nanti... Chinen menggunakan gaun! Oh tidak, mau dikemanakan bulu-bulunya?

“Wah, wah.. jadi ini yang kau maksud kemarin?” tanya Yuto setelah mengontrol kagetnya. “Tak apa. Kita dukung.”

“Pasti! Kalau YamaChii akan kita dukung.” Sahut Yuya dengan cengiran idiotnya. Member lainpun menyetujui. Hanya Chinen yang belum berkata sedari dijelaskan oleh Direktor tadi.

“Yuri...” Yamada mengangkat wajah kekasihnya yang menduduk malu. “Hei, jangan malu-malu begitu. Kau kan kemarin sudah bilang mau.”

Suara bersiul langsung terdengar. Chinen semakin malu.

“Hei, kau bersedia, kan?”

“.....”

“Yuri...”

“Aku mau tapi—“

“Hanya dengan begini semuanya akan jadi mudah, Yuri.” Ujar Yamada tegas. “Kalau nanti, di kemudian hari, atau kapanpun, ketika kita benar-benar harus berpisah karena kehendak orang tua... setidaknya kita punya kenang-kenangan saat kita menikah meskipun hanya di sebuah acara.”

Chinen langsung mendongak.

“Meskipun orang lain, fans atau siapapun menganggap ini hanya lelucon di sebuah acara, kita harus tetap menganggap ini sungguhan!”

“.....”

“Sehingga ketika kau dan aku menikah dengan orang lain karena kehendak orang tua nanti, kita tidak akan menyesal karena kita sudah menikah lebih dulu. Lagipula, meskipun aku bersama orang lain, perasaanku hanya untukmu, perlakuan khususku hanya untukmu.”

Penjelasan rinci Yamada membuat member lain terharu. Terlebih Chinen.

“Jadi, Chinen Yuri.. kau bersedia kan?”

Chinen mendengus. Lalu menatap Yamada dengan pasti. “Iya, Ryosuke.. iya aku bersedia. Tadi aku juga bilang mau ‘kan? Tapi...”

“Tapi?”

“Tapi.. gaun? Aku harus pakai gaun? Kau kan tahu ka—“

Bibir Chinen langsung ditutup oleh telunjuk Yamada. “Tenang saja. Serahkan pada kru acara. Mereka yang akan mendadani kita semua nanti. Termasuk kau. Kau akan terlihat sangat menawan nanti. Percayalah!”

Chinen mengerucutkan bibirnya tapi tetap mengangguk setuju.

Akhirnya para kru menuntun semua member menuju ke sebuah gedung bernama Hills Mercury sebagai tempat pelaksanaan syuting pernikahan. Gedung itu berada di kawasan Saitama sehingga mereka kesana menggunakan van yang telah disediakan. Di dalam van, Hikaru dan Daichan tak henti-hentinya mengucap selamat.

=:=

Suara instrumen pernikahan menggema keras. Diikuti lonceng yang memantulkan bunyi syahdu di gedung pernikahan itu.

Yamada meraih tangan mulus Chinen yang di sarungi kain sutra untuk mengajaknya naik ke altar.

Pendeta sudah siap disana. Dan ia bertanya.

“Yamada Ryosuke...”

“Saya.”

“Apakah anda bersedia dan  mau menerima Chinen Yuri sebagai pendamping hidup anda satu-satunya dan hidup bersamanya dalam pernikahan suci seumur hidup?”

“Saya bersedia dan menerima Chinen Yuri sebagai pendamping saya satu-satunya seumur hidup.”

“Apakah anda akan mengasihi Chinen Yuri sama seperti anda mengasihi diri sendiri, mengasuh dan merawatnya, menghormati dan memeliharanya dalam keadaan susah atau senang, dalam keadaan kelimpahan atau kekurangan, dalam keadaan sakit atau sehat dan setia kepadanya selama kalian berdua hidup?”

“Saya akan mengasihi Chinen Yuri, mengasuhnya, merawatnya, menghormatinya, dan memeliharanya di segala keadaan selama kita hidup.”

Kemudian sang pendeta beralih pada Chinen.

“Chinen Yuri...”

“Saya.”

“Apakah anda bersedia dan  mau menerima Yamada Ryosuke sebagai pendamping hidup anda satu-satunya dan hidup bersamanya dalam pernikahan suci seumur hidup?”

“Saya bersedia dan menerima Yamada Ryosuke sebagai pendamping saya satu-satunya seumur hidup.”

“Apakah anda akan mengasihi Yamada Ryosuke sama seperti anda mengasihi diri sendiri, mengasuh dan merawatnya, menghormati dan memeliharanya dalam keadaan susah atau senang, dalam keadaan kelimpahan atau kekurangan, dalam keadaan sakit atau sehat dan setia kepadanya selama kalian berdua hidup?”

“Saya akan mengasihi Yamada Ryosuke, mengasuhnya, merawatnya, menghormatinya, dan memeliharanya di segala keadaan selama kita hidup.”

Dan yang terakhir, Pendeta menghadap para wali. Dipihak Chinen yakni Yabu dan Inoo sementara wali dipihak Yamada adalah Yuya dan Dai-chan.

“Kepada para wali di kedua pihak, apa anda sekalian menyetujui Yamada Ryosuke dan Chinen Yuri menjalin kasih dan cinta suci di pernikahan ini?”

“Setuju.” Kata mereka serempak.

“Bagaimana dengan para saksi? Apakah sah?”

Member lain yang sebagai saksi langsung berteriak kompak. “SAH!” diiringi tepukan tangan dan juga instrumen pernikahan yang lebih meriah.

Saat saling memakai cincin, Chinen sangat terkejut melihat cincinnya.

Berlian. itu benar-benar cincin berlian yang disematkan di jari manis Chinen. Sementara untuk cincin Yamada berliannya tak terlalu besar. Oh sungguh, Chinen ingin menangis kalau bisa. Sayangnya tidak. Ia terlalu senang dan ingin menciumi kekasihnya sekarang.

Tepat pada saat pembukaan kerudung yang dikenakan Chinen, Yamada langsung melahap bibir Chinen dengan penuh kasih. Chinen tak ragu membalas ciuman itu. Ia justru memberi ciuman panas untuk keka—oh bukan, untuk suaminya. Para member lain semakin riuh kala melihat ciuman panas dan ganas kedua member utama JUMP itu. Ada sekitar tiga menit baru mereka melepas ciuman.

“Ya, kepada kedua mempelai, sekarang waktunya pelemparan bunga dan menghadap kebelakang. Para saksi di persilakan menangkap bunganya nanti.” Ujar Hikaru yang sebagai MC.

Pasangan yang baru saja menjalin ikatan suci itu lantas balik badan. Pada hitungan mundur yang ketiga, mereka melempar karangan bunga bersamaan dan langsung jatuh pada....

“Keito! Omedetoooou!!

Keadaan kembali riuh. Chinen bahkan ikut bertepuk tangan tatkala melihat Keito yang mendapatkan bunga.

“Selamat, Keito! Mulai sekarang carilah pendamping hidup supaya tidak mengharapkan suamiku lagi sebagai kekasihmu!” Seru si mungil itu. Tawa Yamada lalu menggema. Keito yang terkejut mendengar ucapakan Chinen ikut tertawa canggung.

Pernikahan selesai. Ikatan suci telah terlaksanakan. Selamat untuk Yamada Ryosuke dan Yamada Yuri!

=THE END=

A/N : SELAMAT ULANG TAHUN YAMADA RYOSUKE YANG KE-23!!! God bless Yamada and God bless WGM wkwkwkw saya nonton WGM jadi pen nikah ih. Kentooo ayo kita nikaaah /kemplanged/ ahahaha bahagia banget bisa ngetik ini. Semoga nanti pas YamaChii nikah beneran syahdu kek gini /ngarepbanget/ lol. Btw, saksinya cuma keket sama yuto loh bhahaha X’D (udah ah aing mo lanjut nonton wgmnya si tante XD)


0 komentar:

Posting Komentar

 

Yurisuke's World Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review