Judul : CHINEN IS YAMA’S GIRL!!
Author : Kiwok
Pair : YamaChii forever! AriChine
dan AriYama buat konflik
Genre : Romance, Fluff
Summary : Yamada selalu bertanya
pada Chinen ‘are you my girlfriend?’ meskipun ia tahu jawabannya adalah ‘yes,
(s)he is my girl.’
Note : DIBACA SAMBIL DENGERIN MY
GIRL-Ariyama >,<
Monggo~
.
.
.
.
“Apa-apaan....”
Yamada Ryosuke hanya bisa memberikan ekspresi tak terima ketika potografer
WinkUp meminta AriChine berpoto mesra untuk liputan utama couple favorit
mereka.
“Karena Arioka-kun dan Chinen-kun sedang banyak di minati pembaca WinkUp.” jelas sang potografer. Yamada lantas menekuk bibirnya, tak terima. “Lebih baik aku
saja! Aku dengan Dai-chan saja! Jangan Chinen! Chinen hanya milikku!”
“Yamada!” Yabu menegur, “Jangan egois, ini untuk kerja!”
“Tapi—“
“Ryosuke...” Chinen segera merengkuh Yamada, menyamankan
kepala pemuda itu di pundaknya. Chinen tahu betul bahwa pundaknya adalah tubuh
favorit Yamada—yang kesekian setelah bibir dan junior tentunya—karena ia
terlampau sering bersender disana. “Tidak masalah... Ini kan hanya untuk
pemotretan...”
Emosi Yamada seketika luruh, ia justru mewanti-wanti—masih dengan posisi
yang sama, “Jangan membicarakan hal yang terlalu mesra!”
“Iya...”
“Setelah kamera tidak menyorotmu, lepas pelukannya!”
“Iya..”
“Pokoknya sebisa mungkin tidak banyak skinship dengannya oke?”
“Iya Ryosuke.. iya!”
Para staff dan member lain hanya menggeleng jengah. Mereka sudah maklum
dengan kelakuan dua sejoli itu.
“Yak, stand by!” Potografer utama sudah siap dengan segala kamera dan
tetek bengeknya.
Pose pertama AriChine adalah bergandengan tangan. Yamada yang menyaksikan
itu hanya bereaksi santai.
Pose kedua adalah Dai-chan merangkul Chinen. Yamada juga masih santai.
Selanjutnya, pose ketiga adalah Dai-chan yang memeluk erat Chinen. Yamada
mulai tak terima. Tanpa pikir panjang ia segera ketengah-tengah lokasi syuting
dan memisahkan pelukan Dai-chan dari kekasihnya.
“Astaga, Ryosuke...” Chinen menggeleng kalut.
“Dia kelamaan memelukmu!” sungut Yamada, kemudian menatap sinis Dai-chan. “Jangan
macam-macam kau!”
“Iya iya.. Chinen tak'an kuapa-apakan!” misuh Dai-chan. “Sudah sana ah, kau
mengganggu potosyutnya!”
Dari arah depanpun potografer, staff, serta member yang lain ikut memisuh.
Yamada mau tak mau kembali keposisinya dan menyaksikan AriChine kembali
berpose. Ia tak peduli akan ocehan Yabu yang menceramahinya.
.
Akhirnya pemotretanpun selesai. Untunglah Hey!Say!JUMP tak ada jadwal kerja lagi dan
besokpun libur, sehingga Yamada segera mengajak Chinen untuk berkencan.
“Kencan terus~ Terus saja~ Terus~~~” Inoo menyindir.
“Hahaha.. minta Yabu-kun untuk mengajakmu kencan, Inoo-chan! Tak usah cemburu~”
balas Chinen.
Mereka disana hanya tertawa.
=:=
Hateruma, Okinawa. Chinen tak menyangka kekasihnya itu akan mengajaknya ke
tempat yang cukup jauh seperti ini. Saat selesai pemotretan tadi dan diajaknya
ke bandara, Chinen sudah terkejut tapi setelah sampai, ia lebih terkejut lagi.
“Ryosuke.. kita tak bawa baju ganti, kan?”
“Tak apa, hanya semalam kok. Nah ayo, aku sudah memesan satu kamar di penginapan ini tadi pagi.”
Wajah Chinen memerah ketika Yamada menggandeng Chinen untuk memasuki
penginapan. Pemuda pirang itu tiba-tiba melepas penyamarannya, Chinen tentu
kaget namun ia memilih diam sampai kekasihnya itu menjelaskan ketika sampai di
kamar.
“Tidak banyak yang mengenal Hey!Say!JUMP disini.. dan nenek-nenek pemilik
penginapan inipun tak mengenal kita. Jadi kita bisa tenang melepas penyamaran
hehe..”
Chinen mengangguk paham. Pemuda mungil itu kemudian
mendekat pada ranjang saat Yamada yang sudah lebih dulu tiduran disana
memintanya untuk rebahan.
“Eungg~ Aku kangen memelukmu mesra seperti ini~”
Chinen tertawa renyah. Ia mulai menyamankan diri di pelukan Ryosuke-nya. “Terakhir
main kapan ya? Aku lupa hehe...”
“Aku juga lupa. Sebulan yang lalu? Hmm.. Dua bulan yang lalu?” Yamada
mengingat-ingat. “Ah entahlah.. tapi yang pasti sekarang kita akan main lagi
hehe~” Pelukan Yamada semakin erat. Ia seperti mendapat boneka elok yang tak
ingin ia lepaskan.
“Ish, jangan terlalu kencang! Aku nggak bisa napas, Ryosuke!”
“Biarin. Aku berhak memelukmu dengan erat. Dai-chan yang tak berhak
memelukmu seperti tadi!”
“Astaga...” Chinen kembali tertawa. “Itu kan arahan potografer, Ryosuke...”
“Tetap saja.. eumhh...” Yamada tak tahan untuk tidak menghirup aroma Chinen
melalui tengkuknya.
“Akhhnn.. Ryo.. geli...”
“Wangimu memabukkan, Yuri...”
“Nhh... jangan begitu! Geli!”
“Kita main sekarang ya? Eummh~”
“Ugh.. iya.. lakukan sesuka—ahhn—mu~!!”
.
Tak perlu waktu lama bagi mereka untuk telanjang bulat dan memulai permainan
panas. Tak tanggung-tanggung, Yamada menghajar Chinen 10 ronde hingga pagi.
“Eunghh...” Keesokan harinya, Yamada terbangun lebih dulu. Ia menoleh
pada kekasihnya yang ternyata masih terlelap.
“Pagi, Sayang...” ucapnya seraya mengecup kilat bibir Chinen. Namun pemuda
itu tak memberi respon dan masih mendengkur halus. Yah, Yamada paham. Di genjot
habis-habisan itu sangat menguras tenaga. Sehingga ia membiarkan pemuda kesayangannya
itu terlelap lebih lama.
Yamada bangkit perlahan dari ranjang. Ia meregangkan badan dahulu. “Cukup
pegal juga. Apa karena sudah lama nggak main jadi pinggangku ikut sakit ya...?”
keluhnya lalu tertawa. “Lupakan. Aku buat sarapan lalu ke pantai duluan saja.”
Omelet dan roti bakar adalah menu sarapan Yamada kali itu. Ia membuat juga
untuk Yurinya agar dimakan nanti setelah ia bangun.
.
Pantai Hateruma adalah pantai paling favorit di Jepang. Tempatnya indah dan.. sangat tenang. Cukup disayangkan Yamada menikmati
itu semua sendiri di pagi hari. Mau bagaimana lagi, ia benar-benar tak tega
membangunkan Chinen.
Tanpa sadar, member terpopuler di
Hey!Say!JUMP itu bersenandung sembari angin menghempaskan helaian rambut
pirangnya.
Dear...
Kamu yang hari ini, kamu yang di hari esok, apakah akan tertawa atau menangis?
Apakah suaraku sampai padamu?
Aku yang hari ini, aku yang di hari esok pun, hanya ada kamu seorang di dalam dadaku~
Kamu yang hari ini, kamu yang di hari esok, apakah akan tertawa atau menangis?
Apakah suaraku sampai padamu?
Aku yang hari ini, aku yang di hari esok pun, hanya ada kamu seorang di dalam dadaku~
.
.
.
“Ryosuke~!”
Yamada menoleh,
terlihat Chinen sedang berjalan tertatih untuk menghampirinya.
“Sudah bangun,
hmm?” tanya si pirang dengan lembut,
ia mendekap Chinen saat si mungil itu merentangkan tangannya—minta dipeluk. “Bagaimana
tidurnya? Pulas?”
“Eum.” Chinen tersenyum. “Tapi kukira aku mimpi buruk ketika bangun kau tak
ada disebelahku.”
Yamada terkekeh lembut seraya mengusap helaian rambut Chinen yang terbaur
angin. “Tenang... aku tetap akan bersamamu, Yuri.”
“Kalau begitu jangan pergi tiba-tiba..”
“Iya, Sayang.. aku yang hari ini, dan aku yang besok, selamanya akan
mencintaimu. Hanya kau dihatiku...”
Chinen mengernyit sesaat. Kemudian tertawa. “Apa itu? Kalimat gombalan
baru?”
“Maa... begitulah?”
Pemuda mungil itu lanjut tertawa bahagia sebelum akhirnya mengecup kilat
pipi Yamada. “Terimakasih. Aku juga mencintaimu.”
=:=
Tiga hari berlalu sejak sejoli kita berkencan di Okinawa. Hey!Say!JUMP
telah disibukan kembali mengenai album terbaru.
“DEAR.”
Staff, manajer, member lain, serta label rekaman menoleh serempak pada
Yamada.
“Judul albumnya harus DEAR.” Ujar pemuda itu, matanya berkilat. “Aku sudah
memikirkan konsepnya jauh-jauh hari!”
“Hoo.. boleh juga, DEAR.” Inoo ikut bersemangat.
“Dapat konsep setelah kencan tuh,” Yuya berceletuk. Yamada tak mengiyakan
tapi tawa halusnya sudah cukup buat bukti bahwa itu benar. Dan diputuskanlah
album terbaru Hey!Say!JUMP akan berjudul DEAR.
.
Sekarang grup yang sedang naik daun itu tengah syuting bangumi mereka. Itadaki High JUMP.
Seperti biasa, ItaJan adalah bangumi yang penuh kejutan. Memberpun tak tahu
kalau ternyata mereka dipecah kelompok menjadi AriYama, KeitoChine, HikaNoo,
dan YuyaYabuYuto.
“Kelompok yang tadi dibuat syuting ItaJan akan menjadi sub unit baru
kalian. Unit yang baru akan membuat lagu untuk dimasukan dalam album terbaru.” Ujar
manajer keesokan harinya, mereka kembali dikumpulkan di studio rekaman.
“Aku dengan Dai-chan?!” Yamada memekik tak terima. “Astaga, yang benar
saja!”
“IYA YANG BENAR SAJA!” Dai-chan ikut memekik—lebih heboh. “Bisa-bisa aku cuma
dikasih part rap atau backsong musik doang sama dia! Dia kan maruk kalau
nyanyi!”
Mereka disana tertawa serempak sementara Yamada memukul cukup kencang pipi
gembil Dai-chan.
“Itu sudah keputusan pihak agensi. Johnny-san sendiri yang bilang begitu.
Nah untuk itu, mulai dari sekarang kalian harus memutuskan lagunya seperti apa,
aransemennya seperti apa agar dua minggu lagi sudah mulai rekaman. Sementara
itu lagu-lagu yang lain akan dibuatkan oleh para pembuat lagu ternama untuk
kalian.”
Penjelasan manajer yang barusan sudah cukup untuk membuat para member
langsung menyibukan diri.
Terkecuali Keito dan Chinen.
Karena Chinen bilang dia yang akan membuat lirik dan nadanya, jadi Keito
hanya pasrah sampai Chinen memberitahu itu untuk ia aransemen.
.
Hari-hari berikutnya, Hey!Say!JUMP tambah sibuk membuat lirik, nada, dan
aransemen lagu. Terutama... terutama sekali unit AriYama.
“Chii-chan... kita kapan mulai mengaransemen lagu? Sebentar lagi rekaman
lho.. kita kan juga harus latihan menyanyikannya...” keluh Keito saat selesai pemotretan untuk majalah Potato.
“Huh? Aku saja belum membuat liriknya. Itu sih gampang. H-1 juga bisa
kubuat liriknya. Memangnya seseorang, yang dari jauh-jauh hari sudah sibuk membuat
nada, lirik dan tetek bengeknya dengan orang lain sampai akhirnya mencuekanku?
Hahaha..!”
Chinen mengatakan itu sekeras-kerasnya. Sengaja.
Keito mersepon dengan senyum maklum. Begitu pula orang yang dimaksud
dalam ucapan Chinen. Tak lain dan tak bukan adalah Yamada dan Dai-chan
yang menjadi sangat dekat karena sibuk membuat lagu bersama.
=:=
Akhirnya... hari untuk rekaman tiba.
“Baiklah.. yang akan rekaman lebih dulu... unit AriYama!” saat ketua label
rekaman bilang demikian, Chinen justru buang muka—kesal.
“Hey,” Yamada bukannya masuk ruang rekaman namun mencolek-colek pipi
Chinen. “Yuri... jangan ngambek dong.. kau harus dengar laguku dan Da—“
“Terserah!”
Sayang sekali, Chinen terlalu sensitif sekarang. Yamada hanya tersenyum sedih seraya mengelus-elus
pipi Chinen.
“Yasudah.. tak apa kalau masih ngambek. Tapi yang pasti dengarkan lagunya
ya. Lagunya untukmu kok.” Setelah mengatakan itu Yamada cepat-cepat masuk keruang
rekaman.
Chinen perlahan mulai membuka hati untuk melihat rekaman AriYama juga untuk mendengarkannya. Keito disebelahnya terkekeh ringan karena saat baru mulai rekaman saja, mata Chinen sudah berbinar menyaksikan itu.
Chinen perlahan mulai membuka hati untuk melihat rekaman AriYama juga untuk mendengarkannya. Keito disebelahnya terkekeh ringan karena saat baru mulai rekaman saja, mata Chinen sudah berbinar menyaksikan itu.
.
.
.
“Ah, You know what’s up?!”
“Give it up! Give it up! Yeah~ I let you know SHE IS MY
BABY!!”
“Give it up! Give it up! Yeah~ I
let you know she is my baby!”
“Apapun kata orang lain, tak’an merubah apapun! She is my
girl!”
“She is my girl!”
“She is my babe!”
“She is my babe!”
“Aku takan melepaskanmu... cintaku,”
Chinen memerah seketika saat dibait itu Yamada berkedip padanya dan
dilanjutkan rap oleh Dai-chan.
“You know? Aku
dan gadis itu, Can’t you see? Jangan halangi aku!”
“So just stop!”
“Just stop!”
“And go!”
“Just go!”
“Kita takan bisa terpisahkan~!”
Lagi, dilirik itu Yamada menatap Chinen dan
memberi senyum sangat menawan. Kembali wajah Chinen memerah.
“I don’t
really care!”
“Lebih dari siapun yang dekat dengaku...”
“Ah,”
“Aku memilih untuk melindunginya...”
“Yes,”
“Takan kubiarkan dia pergi...”
“No,”
“Takan kuserahkan... Selamanya, dia adalah
My Baby...”
“Kar’na aku
tak bisa hanya melihat senyum indahnya..”
“Ayo kita buat kesepakatan sekarang!”
“Listen up,
she is My—“
*“—Aku tak akan menyerahkan dia pada siapapun! Forever and ever...“
“She is My Girl!”
“Apapun yang terjadi, tak akan berubah! Forever and ever...“
“Tetaplah, She is My Girl..!”
“She is My Girl!”
“Apapun yang terjadi, tak akan berubah! Forever and ever...“
“Tetaplah, She is My Girl..!”
.
.
.
Member lain yang berada diluar ruang rekaman bertepuk tangan takjub setelah
mendengarkan rekaman unit AriYama. Terutama Chinen. Keluar dari ruang rekaman,
Yamada langsung diserbu pelukan bahagia olehnya.
“LAGUNYA BAGUUUUUUUUS~ AKU SUKAAA!!” pekiknya
nyaring. Yamada tertawa puas dan balas memeluk Chinen dengan erat. “Lagu itu
untukmu, My Girl...”
Member lain hanya bisa menahan iri ketika Yamada dan
Chinen kembali bermesraan.
=:=
Sejak Yamada mendedikasikan bahwa lagu My Girl
yang ia nyanyikan dengan Dai-chan adalah untuk Chinen, si mungil itu kembali
bermanja dengan kekasihnya.
Terlebih sekarang, untuk pemotretan Myojo yang
terbaru, mereka terpilih menjadi pemenang pasangan selfi berdasarkan pembaca
dan diharuskan berpose mesra.
“Yak, Yamada-kun... coba dekatkan bibir ke pipi
Chinen-kun. Jangan di cium ya..! cukup di dekatkan saja. Dan Chinen-kun.. coba
berpose nikmat seolah-olah kau sedang di cium.”
Tak perlu arahan panjang lebar lagi, mereka berdua
langsung berpose sempurna sesuai keinginan potografer.
“Yak bagus! Pemotretan selesai!”
Setelah kamera-kamera itu mati, Yamada dengan
segera mencium mesra pipi Chinen.
Sekali.
Dua kali... Hingga yang ketiga kalinya bibir elok Yamada
turun untuk mematuk pulm Yuri-nya.
Cekrek~!
Sinar flash dari kamera entah berantah tiba-tiba
menyinari mereka yang sedang berciuman.
Ternyata Yuto.
Ternyata Yuto.
“HEH!! JANGAN MACAM-MACAM KAU!!!”
Pemuda tertinggi itu hanya tertawa jail tak peduli
Yamada sudah bangkit untuk menendang dan juga mengutuknya. “Yuto, jangan di
sebar!!”
THE END
A/N :
Wahahaha naon ieu teh hahaha harusnya My Girl pertama tauuuu. debes bat dah lagunya wkwk aing belom bosen
dengerin tu lagu lolsss... tapi tetep saya putuskan MasMas(?) lah yang paling favorit di album Dear bistu baru My
Girl ohoho~ pokoknya beginilah lagu My Girl itu tercipta~ oke ending ini absurd
banget biarin deh ya X'D

0 komentar:
Posting Komentar