Title: Sleep Well
Author: Raras Vadma
Pair: YamaChii for sure (percayalah kawan kawan
ini akan berending bahagia wkwkw), AriYama, Chiitaro (buat konflik)
Genre: Author Uneverse (AU), Drama,
Hurt/comfort(maybe)
WARNING! BAHASA SUKA SUKA
Summary : “Aku hanya ingin kau selalu ada bersamaku saat aku
membutuhkanmu.”| “Kau tahu caranya.” | “Yamada.. Ryosuke..” | “Aku disini,
sayang.”
Intro : heiyo... penulisnya ampe amnesia sama cerita ini
sangking ga apdet2. Chapter 1 sama 2 banyak di edit. Coba baca ulang deh
hehe... mongomong, ini hsj tetep jadi hsj yang idol, tapi banyak saya ngacoin
buat kepentingan cerita (HSJ dari jaman bocah mpe bangkotan gini ga pernah dikumpulin di satu rumah. Which means, ga punya asrama. kalo saya bikin cerita
yamachii tapi HSJ di asramain, itu hanya untuk kepentingan cerita tapi aslinya
hsj ga pernah tinggal barengan gitu cem grup2 di koriyah. Yang ada bangkotan
gini mereka pada beli apato masing-masing). Latar waktu cerita ini taun 2014
awal, pas yama sama dai syuting kindaichi neo.
Douzo!
.
.
.
Manajer datang ke asrama Hey! Say! JUMP jam 10 pagi. Dia bilang, Hey! Say!
JUMP harus meeting untuk konsep pembuatan PV terbaru dengan para kru label rekaman
siang ini. Kemudian sorenya mereka harus pemotretan majalah. Lalu petang hingga
malam harus latihan dance.
“Chinen-kun dimana?” tanya Manajer setelah selesai memberi tahu grup yang di
asuhnya. Ia baru sadar ada yang kurang dari membernya dan lalu mengernyit.
“Belum bangun ya? Bangunkan!”
“Chinen sudah bangun dari tadi pagi.” Yuya menyahut langsung, “tapi
sudah pulang. Katanya ada urusan dirumahnya.”
Kemudian semua member menautkan alis.
“Chinen bukan tipe yang suka bangun pagi. Kenapa aku tidak sadar Chinen
pulang?” pertanyaan Yabu lebih daripada menuntut.
“Oh,” Yuto tiba-tiba menepuk kepalan tangan kanan ke tangan kirinya, “dia
bilang kemarin ibunya menelpon dan menginginkan Chinen pulang ke rumah.”
“Berarti dia berangkat ke lokasi meeting sendiri?” terka Inoo. Manajer
mendengus dahulu sebelum mengangguk, “Ya mau bagaimana lagi? Anak itu masih
manja ternyata. Tapi tak apa, dia sudah tahu tempat meetingnya. Ya sudah
semuanya! Kalian siap-siap segera, aku sudah pesankan kalian sarapan!”
Ketika para member beranjak dari tempat duduknya, Yamada masih terdiam di
tempatnya.
“Kau kenapa? Siap-siap, Yamada-kun!” tegur sang Manajer baru kemudian
center itu beranjak.
=:=
“....Chinen-niichan?!“
Pemilik nama yang diserukan justru meringis di hadapan Morimoto Shintaro
yang membukakannya pintu. “Ohayou, Shin-chan! Ryu-chan ada?” ia bertanya masih
dengan gigi berjejer rapih. Shintaro mengangguk ragu untuk kemudian
mempersilahkan pemuda mungil itu masuk kedalam rumah.
.
“Oh, hai, Ryu-chan! Aku boleh numpang sarapan? Hehe..”
Chinen bukannya tidak tahu diri, hanya saja ia malas di interogasi ibu dan kakaknya bila pulang
ke rumah. Karena sebenarnya member dari grup yang memiliki
asrama tidak di perkenankan pulang kerumah bila tidak ada urusan penting,
apalagi jika grup itu sedang sibuk-sibuknya. Tapi Chinen ingin mengasingkan
diri sebentar. Lagipula, rumah Morimoto sudah bagai rumah ke tiganya setelah
rumahnya dan asrama.
“Silahkan, Chinen-kun!” ibu Ryutaro mempersilahkan. Chinen meringis manis
lalu duduk di meja makan.
“Untuk apa kesini?” Ryutaro mendesis, ia yang semula kaget melihat Chinen
pagi-pagi datang kerumahnya dan dengan entengnya minta sarapan, kini sudah duduk
disamping Chinen.
“Kenapa tanya? Sudah jelas numpang sarapan kan? Hehe.. boleh kan, tante?”
Ibu Ryutaro mengangguk mantap. “Tentu boleh, Chinen-kun..”
“Tuh,”
Ryutaro menggeram. “Apa kau ada jadwal?”
“Sangat padat.” Dijawab dengan mulut penuh. Ibu Ryutaro menyiapkan sarapan
enak kali itu dan Chinen sangat menyukainya.
“Kau tahu bahwa seharusnya tidak boleh pergi sendiri bila grupmu sedang
sibuk?”
“Tahu. Tapi persetan.”
Ryutaro menatap Chinen penuh kernyitan sebelum akhirnya mendengus dan
tersenyum. “Jangan terburu-buru makannya...”
Chinen terkekeh ketika Ryutaro mengelap ujung bibirnya.
Saat Shintaro hendak pergi ke sekolah, Ryutaro langsung mewanti adiknya dengan tegas agar
tidak memberitahu siapapun kalau Chinen Yuri di rumahnya.
“Harusnya biarkan saja,” Chinen kini menyender di sofa ruang tamu. “Kenapa
harus di tutup-tutupi?”
“Dan membiarkanmu dihukum petinggi Johnny’s karena kabur dari grupmu disaat
jadwal padat?”
Chinen memutar bola matanya. “Masih ada tiga jam lagi sebelum aku mulai meeting, Ryu-chan... aku bukan anak kecil lagi.”
“Baiklah, cepat ceritakan lalu aku antar kau ke tempat meetingmu.”
“Ceritakan apa?”
“Tak usah pura-pura bodoh.”
Chinen tertawa getas. “Bukannya kau sudah tahu? aku sangat amat mesra
dengan Ryosuke.”
Ryutaro melotot gemas pada teman sekaligus kakak kesayangannya itu saat
berkata sok tegar. “Berhenti bicara omong kosong dan cepat ceritakan!”
“Kenapa kau tidak percaya kalau aku dan Ryosuke sangat mesra?” tanya Chinen
lirih.
“Tentu saja tidak. Kau jelas-jelas baru putus dengannya.”
“Disini, ya. Tapi sebenarnya tidak. Lagipula, Ryosuke memutuskanku hanya
karena Yuya.”
“Apa maksudmu?”
Dengan satu kerlingan manis, Chinen akhirnya menceritakan semuanya pada
Ryutaro.
=:=
“Kau bercanda!”
Inoo berseru pada pemuda gembil di sebelahnya yang baru saja menceritakan
sesuatu selepas keluar dari toilet. “Kau jadian dengan Yamada?”
Dai-chan hanya mengangguk simpel. Kemudian mereka bedua kembali ke aula
tempat meeting dan selanjutnya Inoo sudah heboh sendiri.
“Dai-chan bilang padaku kau menembaknya?!” tuding si cantik itu pada
Yamada.
Member lain—termasuk Manejer—serempak menoleh pada sang center.
“Aku tak percaya! Bukannya kau mencintai Chinen?”
Yabu menahan tangan Inoo yang menuding Yamada, sementara yang di tuding
memberikan raut biasa saja.
“Yama-chan... benarkah?” kali ini Keito yang bertanya. Yamada hanya
bungkam.
Detik berikutnya pintu aula terbuka dan menampilkan Chinen yang baru saja
datang. “Konnichiwa~”
Semua mata langsung terfokus padanya.
“Hehe.. maaf telat, tadi macet di jalan.” Katanya sambil meringis.
“Bukannya lebih cepat kalau naik kereta saja?” Yuto segera menghampiri Chinen demi
mengajaknya duduk.
“Tadi kesini naik mobil...” jawab si chibi itu dengan intonasi (dibuat) riang. “Ja, karena aku sudah datang, langsung saja mulai me—”
“Tadi kesini naik mobil...” jawab si chibi itu dengan intonasi (dibuat) riang. “Ja, karena aku sudah datang, langsung saja mulai me—”
“Diantar siapa?” Yamada tiba-tiba bertanya. Suasana menjadi hening dengan
semua orang menatap tegang pemuda utama itu.
“Kau tidak bisa naik mobil kan,” Katanya lagi.
“Diantar ibuku.” Chinen mendengus kesal menyadari nada bicara Yamada teramat dingin. Pemuda Taurus itu kini mencemooh, “Apa kau benar-benar pulang ke rumah?”
“Tentu saja!”
“Kalau begitu kenapa bajumu tidak ganti?”
Chinen langsung meneguk ludahnya, juga tatapannya menghindari Yamada.
“Kau seperti tidak tahu Chinen saja, baju putih itu kan memang favoritnya.
Dia punya banyak.” Dai-chan akhirnya membuka suara seraya mengalungkan lengan
ke pundak Yamada. Chinen merutuk dalam hati ketika melihat itu.
Yamada kembali berkata, “Dia sudah memakai baju itu dari kemarin sore.
Bahkan noda di ujung baju sebelah kirinya masih ku ingat. Berarti dia tidak
pulang ke rumah karena aku tahu kalau dia sudah pulang kerumah, setidaknya bajunya ganti.”
“Kau tidak perlu berekting jadi Kindaichi disini.” Sahut Chinen setelah
menggeram. “Lagipula, apa pedulimu?”
“Peduliku? Tidak ada. Aku hanya ingin cepat-cepat mengatakan padamu kalau
aku sudah jadian dengan Dai-chan.”
Yamada mengatakan kalimat pahit itu sembari menatap lekat kedua mata Chinen, ia menatapnya sangat
dalam. Ayo lihat mata ini, Yuri.. Kau harusnya mengerti aku! Mengerti lah..
“Oh. Selamat.” Dua kata itu kemudian terlontar, disertai tarikan pelan di
kedua ujung bibir Chinen.
Member lain juga Manajer lantas berbondong memberi pertanyaan. Chinen—dengan
kemampuan ekting yang sungguh bagus melebihi ektingnya di Sprout—menjawab
mereka satu persatu dengan sangat fasih. Dengan sangat kasual. Dan dengan
senyuman indah. Namun lain hal dengan kedua matanya...
...disana hampa. Redup. Dan mati.
Sementara itu, Yamada hanya diam di tempat bersama Dai-chan di sisinya yang
menekan pundak si center itu dengan erat. Sangat erat.
=:=
Meeting mengenai konsep PV Weekender berjalan lancar, beruntung Chinen bisa
mengatasinya dengan baik. Tentu saja! Itu karena dia idol 24 jam. Hanya saja member lain tak henti-hentinya menatapnya
khawatir.
“Kalian kumohon berhenti bertanya!” Seru Chinen di mobil jemputan.
“Tapi Chii,” sepertinya Inoo masih belum puas bertanya, “kita tahu Yamada
sangat menyukaimu dan kau juga. Kenapa bi—“
“Aku sudah bilang kalau aku sudah lelah dengannya kan?” Chinen menjawab
lagi, penuh kebohonganpun tak apa. Toh Yamada tak menyangkal (Begitu pula Dai-chan). “Aku yang
menyudahi semuanya selepas latihan dance untuk perform Aisureba Moto di Shonen
Club kemarin.”
“Kenapa..?” Yuto juga masih tak terima. “Kenapa pu—“
“Karena Yamada Ryosuke sudah tidak menyukaiku!! Dia lebih menyukai Dai-chan
jadi dari pada dia selingkuh lebih baik aku memutuskannya. Puas?!” Chinen mulai
berang. Kemudian matanya berkaca-kaca. Oh
tidak, topengku!
Yabu bergegas memeluk Chinen juga menghunuskan tatapan tegas pada member
lain. “Jangan bertanya lagi! Kita hargai keputusan mereka. Pembicaraan ini kita
anggap selesai!”
Kalau saja Yabu benar-benar ayahnya, Chinen ingin menangis di pelukannya saat
itu juga.
.
Pemotretan selesai. Untung saja Wink Up tidak menginginkan segmen YamaChii—karena Chinen tidak akan bisa memasang topengnya dengan rapih bila berdekatan dengan mantan kekasihnya tersebut—melainkan AriYama. Dan oh, AriYama menjadi pemenang couple favorit pembaca
WinkUp tahun ini. Hebat!
Tak apa, Chinen sudah mulai terbiasa. Ryosuke
tetap milikku. Nanti malam kita akan bermesraan kembali. Batin Chinen
demikian, ia memeluk sebuah botol kecil yang sedari tadi ia genggam.
Kini waktunya latihan dance. Sebentar lagi PV Weekender akan
dibuat juga perform live dimana-mana, karenanya Hey! Say! JUMP harus giat
berlatih.
“Chinen, apa yang masih kau lakukan disini? Ayo kita lati—“ ucapan Hikaru
terpotong saat ia rasa Chinen menyembunyikan sesuatu. “Apa itu?”
“A-ah.. tidak. Ayo kita latihan!” Chinen cepat-cepat mengelak dan beranjak
dari ruang istirahat menuju studio latihan.
=:=
“Nii-chan...” Shintaro menghampiri kakaknya di kamar yang sedang melamunkan
sesuatu seraya tangannya memegang sebuah smartphone. Sang kakak hanya bergumam
sebagai sahutan.
“Aku janji tidak akan menceritakan apapun pada Johnny’s lain. Tapi
bolehkah...”
“Apa?” Ryutaro kini menatap adiknya.
“Boleh aku tahu apa yang terjadi dengan Chinen-kun?”
Sebelum menjawab, mantan member Hey! Say! JUMP itu mengesah. “Yamada dan
Chinen putus.”
Shintaro lantas mengecilkan pupilnya.
“Itu benar, Shin. Mereka putus. Yamada yang memutuskan.” Jelas Ryutaro,
“katanya untuk kepentingan Hey! Say! JUMP.”
“Jelaskan lebih lanjut, Nii-chan..”
Shintaro mengambil tempat di sebelah kakaknya sebelum Ryutaro lanjut
menjelaskan.
“Chinen bilang, Takaki dalang dari semua ini. Kau tahu, dari dulu
keluarga Takaki menginginkannya menikah cepat dengan wanita pilihan keluarganya.
Bila tidak, dia dipaksa keluar dari Hey! Say! JUMP.”
Kali ini mulut Shintaro terbuka. “Bu-bukannya Takaki-kun berpacaran dengan
Dai-niichan? Waktu kita syuting Bakaleya saja dia bilang sangat mencintai
Dai-niichan!”
“Ya. Chinen juga tak begitu paham situasinya tapi dia menduga Takaki
memutuskan Arioka karena tuntutan keluraganya sebelum hari pernikahannya tiba,
karena itu Arioka akhir-akhir ini merasa frustasi.”
Ryutaro menjeda demi menarik nafas baru kemudian meneruskan.
“—Yamada yang membantunya kembali ceria seperti biasa, mereka juga sangat
dekat belakangan ini karena tuntutan pekerjaan. Tapi buruknya... Yamada mulai
melupakan Chinen dan fokus pada Arioka.”
“Jadi...?”
“Aku menyimpulkan sendiri bahwa ketika Arioka di putuskan Takaki, dia yang
sebenarnya akan keluar dari Hey! Say! JUMP. Karenanya...”
Oh sungguh, Shintaro baru masuk SMA namun sudah diberi soal analisa serumit
ini. Tapi Shintaro sangat paham, “....karenanya Yamada-kun memutuskan Chii-niichan
lalu memilih Dai-niichan agar Dai-niichan tidak keluar dari Hey! Say! JUMP?”
“Cerdas.” Shintaro lalu menunjukan layar smartphonenya. Disana tertera;
From: Chinen Yuri
Subject : I’m ok!!
Ryu-chan, kau tahu? Tadi Ryosuke berkata tepat dihadapanku bahwa dia sudah jadian dengan Dai-chan. Hah, dia pikir aku terluka? Tidak sama sekali! Hahaha..!! Karena malam ini aku akan kencan dengan Ryosuke ke Odaiba. Hoho.. kau jangan iri!
.
Shintaro jelas tak mengerti setelah membaca pesan itu. “Apa maksudnya kencan..?
Jadi mereka sebenarnya masih pacaran tapi sembunyi-sembunyi? Backstreet?”
“Bukan.” Nada Ryutaro terdengar sedih. “Mereka melakukan itu dalam mimpi.
Chinen selalu berminpi bahwa dirinya dan Yamada bermesraan.”
“!”
“Shintaro... kau tahu apa yang aku takutkan sekarang?”
“Jangan bilang...”
“Chinen tadi, sebelum ke rumah kita, dia ke apotik dulu dan membeli banyak
sekali obat tidur...”
“Nii-chan!!”
“Aku sudah merebutnya tadi tapi dia justru mengamuk padaku jadi aku tak
punya pilihan lain.”
Shintaro kini mencengram kedua bahu kakaknya namun Ryutaro justru menunduk
dan melirih. “Aku mengenalnya. Aku yakin dia tidak akan berbuat bodoh.. tapi..
aku..”
“Cinta bisa membuat orang gila, Nii-chan! Harusnya—“
“Kalau begitu sudah terlambat, Shintaro.” suara Ryutaro mulai bergetar,
“terlambat...”
.
.
.
.
“Ryosuke~”
“Ya~?”
“Kita pasangan paling serasi, kan?” Chinen mengalungkan lengannya di leher
kekasihnya.
“Kenapa tanya begitu?”
“Hehe.. habisnya, aku tidak terima kalau AriYama menjadi pasangan nomor
satu!”
Yamada—kekasih abadi Chinen—menjawil gemas hidung pemuda mungil itu seraya terkekeh lembut, “Mana
ada pasangan itu! Tidak ada pasangan Arioka dan Yamada. Yang ada hanya Yamada dan
Chinen. YamaChii selamanya.”
“Itu benar!” Chinen mengeratkan pelukannya. “Kau hanya milikku kan,
Ryosuke?”
“Tentu saja. Aku hanya milikmu. Aku hanya kekasihmu. Dan kau juga begitu.”
“Ryosuke~”
“Aku disini, Sayang. Aku disini...” Yamada balas merengkuh Chinen tak kalah
erat sebelum akhirnya mereka berpagutan dengan mesra.
To be a Continue
FYI: 1) Ayah Ryu lagi dinas malem, jadi gada dirumah Ryu pagi-pagi
wkwk.
2) Ryutaro bisa nyetir mobil.
3) Sebenernya 2014 itu yang menang kopel favorit winkup yamajima (jadi urutannya
2013 yamachii, 2014 yamajima, 2015 ariyama, 2016 inoari -_-) tapi demi
kepentingan cerita anggap aja ariyama.
4) Sebenarnya hsj terakhir manggung di Shonen Club itu 2013 bawain let’s go to
earth bareng sezon, abcz, jwest, kisumay, sama para jr. itupun cuma yama, dai, sama
yabu yang dateng. Sekali lagi, ini demi kepentingan cerita ahaha
A/N : saya banyak ngerombak plot sleep well.
Tapi gatau ntr plot yang lama di pakai buat chap depan atau nggak. Soalnya dah
agak-agak lupa wakaka XD


0 komentar:
Posting Komentar